REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Meraih bintang Michelin merupakan mimpi hampir setiap koki profesional. Namun agaknya mimpi tersebut berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang koki yang sudah pernah mendapatkan predikat bintang Michelin.
Untuk pertama kalinya Michelin pun mengizinkan seorang koki Prancis melepaskan bintang yang diberikan. Pasalnya, sang koki mengeluhkan tekanan yang ia rasakan selama mengoperasikan restoran berbintang.
Restoran Le Suquet yang dikelola koki Sebastien Bras di pinggiran Laguiole, Prancis, merupakan restoran yang telah mendapat tiga bintang dari Michelin. Ini adalah level penghargaan tertinggi bagi sebuah restoran. Memperoleh atau kehilangan bintang Michelin dapat secara drastis memengaruhi reputasi restoran tersebut dan tentunya keberuntungan koki di sana.
Koki Restoran Le Suquet, Sebastien Bras (46 tahun), menyatakan tak ingin lagi dibebani kunjungan insepektur Michelin lebih lama lagi. Inspeksi ini berlangsung dua atau tiga kali dalam setahun dan mendadak.
Itu berarti, setia hari, 500 makanan yang keluar dari dapur bisa saja sedang dinilai.
Sehingga setiap makanan bisa saja sedang jadi objek inspeksi. ''Meski keputusan ini membuat ketenaran kami turun, saya terima,'' kata Bras seperti dikutip Deutsche Welle.
Secara tidak langsung, Bras juga menyatakan tekanan serupa menyebabkan rekannya sesama koki Bernard Loiseau yang bunuh diri pada 2003 setelah berbagai surat kabar memuat rencana Michelin menurunkan level restoran Loiseau. Pernyataan Bras itu senada dengan dua koki yang menutup restoran mereka karena tak kuat dengan tekanan memiliki bintang Michelin.
Koki Alain Senderens menutup restoran Art Nouveau Paris pada 2005 dan mengatakan ia ingin membuat makanan cantik tanpa 'tra-la-la chichi'. Tiga tahun kemudian, koki Olivier Roellinger juga menutup restoran berbintang tiganya di Brittany dan menyatakan ia butuh hidup yang lebih damai.
Bras mengambil alih Le Suquet dari ayahnya 10 tahun lalu. Sejak itu, Le Suquet berhasil mendapat tiga bintang Michelin.
Langkah Bras ini bukanlah upaya pertama kali. Pada September lalu, Bras meminta Michelin meminta menarik bintangnya. ''Saya ingin bebas dari tekanan,'' kata Bras kala itu.