Kamis 25 Jan 2018 06:26 WIB

Bajak Sawah Atraksi Baru di Subak Jatiluwuh

Wisatawan dalam atraksi tersebut dapat naik secara bergiliran.

Seorang wisatawan mancanegara menikmati wisata pertanian dengan membajak sawah di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Foto: Antara
Seorang wisatawan mancanegara menikmati wisata pertanian dengan membajak sawah di Desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID,  TABANAN -- Sawah yang berundang-undag di Subak Jatiluwih di kawasan Catur Angga Batukaru, Kabupaten Tabanan mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Apalagi juga ada atraksi membajak sawah dengan menggunakan tenaga kerbau.

"Sawah di Subak Jatiluwih yang menjadi bagian dari warisan budaya dunia (WBD) itu, selain memiliki panorama alam yang indah juga atraksi membajak sawah," kata Divisi Promosi Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan I Wayan Wiranata, Kamis (25/1).

Ia mengatakan, atraksi matekap merupakan program baru memasuki tahun 2018, dengan harapan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantara ke objek wisata andalan di daerah "gudang beras" Pulau Dewata.

"Program terobosan itu sangat serasi dengan keindahan panorama alam yakni sawah bertingkat yang selama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong," ujar I Wayan Wiranata.

Ia menambahkan, atraksi baru tersebut sekaligus memberikan edukasi dan pengalaman baru kepada wisatawan, yakni membajak sawah yang dulu menggunakan alat tradisional, berupa tengala (alat bajak) yang ditarik kerbau.

Alat bajak sawah tersebut sekarang hampir tidak digunakan lagi, karena petani sudah beralih membajak sawah menggunakan traktor. "Kami hanya ingin memberikan pengalaman baru yang tidak bisa dilupakan, sehingga ini bagian dari upaya menarik wisatawan ke objek wisata Jatiluwih," ujar Wiranata.

Atraksi matekap menyediakan tiga paket yakni paket satu, dua dan tiga. Paket satu diperuntukkan satu hingga dua orang untuk membajak, paket dua untuk dua hingga enam orang dan paket tiga untuk enam hingga sepuluh orang.

Wisatawan dalam atraksi tersebut dapat naik secara bergiliran, dengan harapan nantinya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jatiluwih, ujar I Wayan Wiranata.

Carsten Niklas Boock, seorang wisatawan asal Jerman yang sempat menikmati atraksi unik tersebut mengaku sangat terkesan dengan jenis permainan, disamping keindahan panorama alam. "Awalnya saya agak kaku namun berkat bantuan pemandu, secara perlahan mulai bisa mengendalikan kerbau dengan lancar," ujarnya.

Ia mengaku, mempunyai pengalaman yang sangat berharga, karena sebelumnya tidak pernah membajak sawah menggunakan kerbau. Setelah mencobanya ternyata sangat menyenangkan dan dan selalu ingin mencobanya lagi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement