Rabu 10 Jan 2018 15:38 WIB

Stand Up Comedy, Monolog Kehidupan Sehari-hari

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Indira Rezkisari
Pelawak Tarzan.
Foto: Antara
Pelawak Tarzan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stand up comedy atau lawak tunggal merupakan lawakan yang disampaikan oleh satu orang di hadapan penonton dengan spontan. Di Amerika Serikat, lawak tunggal populer ketika seorang komika (sebutan bagi orang yang melakukan lawak tunggal) bernama Mark Twain melakukan tur pada abad 19. Pada saat itu, populer dengan grup lawakan, di mana mereka berbicara satu sama lain bukan pada penonton.

Kala itu komedian Yahudi bernama Borscht Belt mengembangkan gaya monolog yang diangkat dari kehidupan sehari-hari. Seperti ibu mertua yang tukang memerintah dan suami yang terpukau. Nama Henny Youngman terkenal dengan kata-kata, "take my wife, please."

Seperti dilansir dari laman Britannica, masa jaya komedi stand up Amerika dimulai pada 1983. Ketika seorang komika kelahiran Inggris mengembangkan gaya melawak cepat dan menjadi pembawa acara dan penyiar yang makin membawa namanya naik. Dia memberikan monolog lawakan setiap minggu, materi yang dikembangkan dari menyewa tim penulis dengan tema gosip lokal di kota dan militer.

Di Indonesia sendiri sebenarnya lawak tunggal sudah muncul pada tahun 50-an. Bing Slamet menjadi salah satu nama pelawak yang membawa tren lawak tunggal di Indonesia. Nama lain seperti Eddy Sud, S Bagyo dan Iskak hadir sebagai pelawak tunggal atau komika dari daerah asalnya, Yogyakarta.

Menurut pelawak senior, Tarzan, stand up comedy dulu dikenal sebagai lawak tunggal. "Ada istilahnya dari bahasa Jawa, dagelan ijen,"kata Tarzan ketika dihubungi Republika.co.id, Rabu (10/1).

Dia menuturkan bahwa tidak ada perubahan dari lawak tunggal jaman dulu dan sekarang. "Semua itu dari kalimat dan gerakan, bercerita tentang kejadian, sama saja seperti saat ini. Hanya cara membawakannya yang berbeda karena karakter masing-masing," lanjutnya.

"Almarhum Teten dulu bisa ngelawak sendiri satu jam lebih," lanjutnya.

Kemudian televisi menjadi bagian dari naiknya stand up comedy pada awal 2010. Nama seperti Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono dan nama-nama terkenal lain bermunculan yang kemudian menaikkan komedi stand up di Indonesia. Hingga akhirnya beberapa stasiun TV membuat program stand up komedi.

Salah satu komika Indonesia, Soleh Solihun menuturkan bahwa pamor lawak tunggal memang meningkat karena adanya program tv. "Panggung televisi bukan tempat kami berkarya, karena di kegiatan off air masih banyak. Kami mengandalkan tv untuk memperkenalkan diri," kata Soleh Solihun beberapa waktu lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement