Rabu 13 Dec 2017 01:13 WIB

KBRI Khartoum Tampilkan Debus di ACF

Sejumlah jawara melakukan atraksi debus saat hendak mencatatkan Rekor MURI Pertunjukan Debus Terbanyak di Alun-alun Serang, Banten, Ahad (19/11).
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Sejumlah jawara melakukan atraksi debus saat hendak mencatatkan Rekor MURI Pertunjukan Debus Terbanyak di Alun-alun Serang, Banten, Ahad (19/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kedutaan Besar Republik Indonesia di Khartoum berpartisipasi pada acara Asian Cultural Festival (ACF) ke-4 dengan menampilkan tarian tradisional dan atraksi seperti Debus yang diselenggarakan di Spark City Hall oleh kedutaan besar negara-negara Asia di ibu kota Sudan itu.

Keterangan dari KBRI Khartoum yang diterima di Jakarta, Selasa (12/12), menyebutkan sejumlah duta besar negara-negara Asia dan pejabat Sudan menghadiri festival tersebut yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan Republik Sudan, Al Thayeb Hassan Badawi, ditandai dengan penabuhan drum akhir pekan lalu.

Pada ACF kali ini Indonesia menyuguhkan penampilan tarian Rentak Besapih dan Debus yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia di Sudan. Tari Rentak Besapih merupakan tarian khas daerah Jambi. Tarian yang kini perlahan mulai menghilang ditampilkan untuk menjaga kelestariannya dan mengenalkannya ke masyarakat Sudan.

Tarian yang diiringi dengan alunan musik Islami khas Jambi membuat para hadirin semakin antusias menyaksikan penampilan tarian tersebut.

Hadirin tampak antusias saat penampilan debus, kesenian khas Banten, dan mengundang decak kagum. Beberapa aksi seperti membengkokkan besi, memakan bara api, kekebalan benda tajam membuat penonton semakin penasaran dan berdesakan menyaksikan aksi tersebut secara langsung serta memberikan tepuk tangan atau applause yang sangat meriah kepada para pemain debus. Salah satu pengunjung pun merasa sangat senang dengan kehadirannya di ACF kali ini.

"Saya sangat senang dan terhibur dengan kegiatan yang langka seperti ini. Apalagi dengan pementasan menarik yang jarang saya lihat sebelumnya ditambah lagi saya dapat mencicipi makanan khas negara masing-masing. Betul-betul sebuah momen yang sulit saya lupakan," ujar seorang pengunjung, warga setempat.

ACF merupakan festival kebudayaan tahunan yang diprakarsai oleh para duta besar negara-negara Asia di Sudan yang berisikan pementasan seni yang diselingi dengan pembagian hadiah lawang, pameran kerajinan tangan serta bazar makanan khas negara masing-masing.

Pada tahun ini ACF diikuti oleh delapan negara, di antaranya Indonesia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, dan Rusia sebagai anggota kehormatan. Hasil penjualan tiket kegiatan ACF ini disumbangkan sepenuhnya kepada pihak-pihak yang membutuhkan di Sudan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement