Senin 04 Dec 2017 11:48 WIB

Ria Miranda Hadirkan Busana dari Bunga Sisa Rawa Belong

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Desainer Ria Miranda bereksplorasi dengan teknik ecofashion untuk koleksi terbarunya yang diperlihatkan di penghujung 2017.
Foto: dok Ria Miranda
Desainer Ria Miranda bereksplorasi dengan teknik ecofashion untuk koleksi terbarunya yang diperlihatkan di penghujung 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inovasi terus dilakukan desainer busana Muslim Ria Miranda. Akhir tahun ini ia mulai menghadirkan koleksi busana yang eco friendly, eco fashion dan eco green. Tema ini terutama ia tuangkan dalam koleksi riamiranda SIGNATURE dengan nama Eucaflora yang bercerita tentang sebuah proses.

"Ria Miranda signature ini akan mengangkat ecofriendly, eco green. Ini merupakan kali pertama Ria menggarap busana ramah lingkungan. Koleksi baru ini sangat menghargai sebuah proses. Kami mencoba satu proses baru yang bisa dinikmati, berasal dari warna alam," jelas Ria Miranda kepada wartawan belum lama ini.

Dalam annual trunk shownya yang kelima, Ria Miranda memanfaatkan kelopak bunga yang berjatuhan sebagai motif koleksi 2018, serta pewarna alami dari tumbuhan dan buah-buahan dalam koleksinya tersebut. "Bunga-bunga dambil dari Rawa Belong, sudah dibuang, tidak beli. Diproses jadi ecoprint. Prosesnya direbus dulu setelah kering bisa jadi pattern atau motif karena proses itu," jelas Ria.

Pasar Bunga Rawa Belong menjadi pilihan mencari bunga sisa karena koleksinya yang beragam. Misalnya hydrangea, bunga matahari, lili, hingga mawar serta anggrek. Ragam daun dan batang bunga pun banyak di Rawa Belong.

Untuk buah-buahan, Ria memanfaatkan limbah kulit buah. Seperti kulit alpukat diambil jadi pewarna alam. Atau dari kunyit. Untuk kain dasarnya menggunakan kain kayu eucalites sebagai bahan dasar ecoprinting.

"Dari kulit alpukat, kulit manggis, kunyit dan bahan-bahan alam lainnya sampai temukan warna sesuatu karakter Ria Miranda dan tema ini. Proses seperti ini sudah banyak di luar. Tapi bagaimana ecoprint bisa jadi karakter Ria Miranda yang feminin elegan, tambahnya.

Ria Miranda mengatakan inspirasi yang melatar belakangi proses kreatif koleksi 2018 ini lantaran ia sangat tertarik untuk mempelajari lebih dalam bahwa apa yang berasal dari alam akan selalu memiliki nilai lebih dan proses pembelajaran. Inilah yang memberi inspirasi untuk membuat koleksi dengan mengusung konsep Eco Print & Sustainable Fashion di tahun 2018 ini, sebagai bentuk komitmen Ria Miranda untuk menjadi bagian dari kekayaan budaya dan alam Indonesia melalui karya-karyanya yang akan ditampilkan pada acara trunk show tersebut.

Ia menceritakan bahwa sepulangnya dari menjalankan program beasiswa Short Term dari Australia Awards, Ria dan timnya menyadari akan pentingnya sebuah karya yang bernilai proses alam. "Kami merasa sangat bersyukur karena disadarkan untuk kembali menghargai arti sebuah proses, di saat kemudahan teknologi digital print yang membuat semuanya

serba mudah, mudah untuk menciptakan karya dan mudah juga untuk menggunakan karya orang lain demi mengejar keuntungan pribadi. Namun bagi kami segala hal yang instan pada akhirnya akan mengurangi kenikmatan dalam menghargai sebuah proses."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement