Senin 23 Oct 2017 11:52 WIB

Angkasa Pura I Dukung Pengembangan Pariwisata NTT

Pemandangan eksotis wisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). ilustrasi
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pemandangan eksotis wisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Semangat Indonesia Incorporated terus bergema di salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini giliran PT Angkasa Pura I (Pesero) yang merupakan operator bandara wilayah timur Indonesia itu mendukung pengembangan pariwisata daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pekan lalu, PT Angkasa Pura I yang dipimpin Danang S. Baskoro itu menggelar kegiatan focus group discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD). FGD yang mengusung tema besar 'Collaboration to Improve Tourism Industry in East Nusa Tenggara' berbarengan dengan kegiatan Komodo Travel Mart (KTM) yang diselenggarakan pada 18-21 Oktober 2017, Labuan Bajo.
 
Danang menyebut, penggabungan penyelenggaraan kegiatan CDD dan Komodo Travel Mart merupakan tindak lanjut dari CDD tahun 2016. Di mana kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga-lembaga pariwisata di NTT merupakan poin penting dalam pengembangan pariwisata.
 
“Dengan digabungkannya penyelenggaraan dua kegiatan ini, diharapkan dapat membantu para agen wisata domestik dan internasional untuk membawa lebih banyak wisatawan datang ke NTT, terima kasih juga kepada Kementerian Pariwisata yang telah mendukung acara Komodo Travel Mart sehingga kita berkolaborasi untuk kemajuan pariwisata Labuan Bajo,” kata Danang.

PT Angkasa Pura I Cabang Bandara El Tari Kupang juga memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute scheduled flight baru dari dan ke Kupang. AP I memberikan berbagai insentif kepada maskapai seperti penggratisan landing fee selama 6 bulan bagai maskapai yang membuka rute scheduled flight baru ke dan dari Kupang.

“Selain itu, maskapai juga mendapatkan free pemasangan spanduk selama satu bulan di bandara untuk kepentingan promosi mereka dan inaugurasi gratis di bandara,” ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatalan Komodo Travel Mart merupakan salah satu ajang tahunan ASITA dalam rangka mempertemukan para travel agent domestik dan internasional untuk dapat bekerja sama dan melakukan promosi paket perjalanan wisata di NTT. Untuk semakin meningkatkan dampak positif, ASITA dan Angkasa Pura I  melakukan kolaborasi dengan menggabungkan acara CDD dan KTM.
 
Dengan kolaborasi yang baik antara Kemenpar, operator bandara, maskapai penerbangan, agen wisata, dan pemerintah daerah, diharapkan pengembangan industri pariwisata NTT akan terakselerasi lebih cepat sehingga berdampak positif terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi NTT.
 
Data menunjukan pertumbuhan jumlah wisatawan secara drastis periode 2015-2016 sebesar 101 persen dari 441.316 wisatawan domestik dan internasional pada 2015 menjadi 889.833 wisatawan pada 2016. Sementara pertumbuhan tahun sebelumnya hanya 11 persen  yaitu 397.543 wisatawan pada 2014 menjadi 441.316 pada 2015.
 
Menpar Arief Yahya meyakini penyelenggaraan Kolaborasi antara Collaborative Destination Development dan Komodo Travel Mart ini berpengaruh positif kepada peningkatan jumlah wisatawan ke NTT. 
 
“Ini upaya kongkrit antara Angkasa Pura I bersama Pemda NTT untuk memajukan daerahnya. Saya yakin, jika daerah-daerah wisata di NTT bisa dikembangkan dengan baik maka NTT bisa menjadi tempat tujuan wisata pilihan masyarakat Indonesia maupun dunia. Kita punya Komodo, danau tiga warna Kelimutu, Pasola, kampung adat di Sumba maupun di Ngada, tempat diving di Alor dan Riung, Labuan Bajo. Itu merupakan daerah-daerah yang memberikan kenyamanan dalam berwisata," kata Arief Yahya.

sumber : Kemenpar
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement