Kamis 28 Sep 2017 09:41 WIB

Pameran Kriya Dekranas Kembali Digelar

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Indira Rezkisari
Karya kriya Indonesia.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Karya kriya Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar Pameran Dekranas pada 27 September 2017 hingga 1 Oktober 2017. Pameran bertajuk Kriya Nusa itu berlangsung di Hall A dan B JCC, Jakarta. Kegiatan itu diikuti pengrajin Dekranasda Provinsi, Kabupaten dan Kota dari seluruh Indonesia serta pelaku kerajinan populer.

Ketua Harian Dekranas Pusat Erni Cahyo Kumolo, mengatakan kegiatan itu diikuti oleh Dekranas yang ada di seluruh Indonesia. Organisasi Dekranas, menurut dia dipandu oleh isteri kepala daerah masing-masing. "Semua isteri kepala daerah adalah Ketua Dekranasda di daerahnya. Jadi ada dari provinsi, kabupaten dan kota, bahkan sampai ke bawah," ujar dia dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (28/9) pagi.

Sementara itu, Ketua Bidang Pameran dan KSLN Dekranas Pusat Pegy Enggartiasto Lukita, menjelaskan tema Pameran Kriyanusa 2017 dimaksudkan meningkatkan kreativitas wirausaha muda dalam hal kriya Indonesia. "Meski ada beberapa kerajinan yang dikerjakan oleh para sepuh. Kami harapkan anak-anak muda mau ikut berpartisipasi, kami juga berharap mereka dapat berkreasi tanpa meninggalkan budaya yang sudah ada. Sehingga harapan kami hasil kreasinya itu digemari juga oleh kalangan muda," papar dia.

Wakil Ketua Harian Dekranas Pusat Triana Rudiantara, menambahkan saat ini hasil kriya Indonesia memiliki nilai sangat tinggi dan sudah diakui sejak ratusan tahun lalu. "Ini terbukti dengan kami sempat menerjemahkan buku Jasper, itu kira-kira 120 tahun lalu," kata dia.

Menurut Triana, yang juga menjadi Ketua Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi, Jasper adalah orang Belanda yang pernah menjabat gubernur di Jawa Tengah. Ia mengumpulkan kreasi-kreasi Indonesia seperti pewarnaan alam, penggunaan bahan-bahan baku alam sampai menjadi beraneka ragam motif.

Oleh karena itu, Triana mengharapkan agar Kriya Indonesia dapat dilestarikan oleh generasi penerus. "Takutnya sekarang kalau tidak ada generasi, punah, sementara kolektor di luar negeri sudah mengumpulin barang-barang Indonesia. Jadi sekarang siapa lagi kalau bukan kita-kita yang ada sekarang ini," tutur dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement