Kamis 17 Aug 2017 11:03 WIB

Kenakan Pakaian Adat, Jokowi Cerminkan Kekhasan Nusantara

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Rabu (16/8).
Foto: Dok Humas MPR RI
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat menyampaikan pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Rabu (16/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla membuat takjub masyarakat kemarin saat mengikuti jalannya sidang tahunan bersama MPR, DPR, dan DPD tahun 2017-2018. Mereka bertukar pakaian adat.

Jokowi terlihat mengenakan pakaian adat Makassar, Sulawesi Selatan, daerah asal JK. Sementara JK kebalikannya. Dia mengenakan pakaian adat Jawa, khususnya Surakarta, tempat kelahiran Jokowi.

Hari ini Jokowi kembali mengejutkan masyarakat dengan memakai pakaian adat daerah lain lagi saat merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8). Ia tampak mengenakan baju adat khas Kalimatan Selatan. Sedangkan, Ibu Negara Iriana Jokowi mengenakan pakaian adat Minang.

Menurut desainer Misan, apa yang dilakukan Jokowi–JK kemarin merupakan contoh yang bagus. Mereka menunjukkan kesatuan dan persatuan untuk NKRI. “Kaya budaya dan terasa Nusantaranya,” jelasnya kepada Republika.co.id, Kamis (17/8).

Ia mengatakan dunia juga bisa menyaksikan kesungguhan Presiden Jokowi untuk menyatukan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Dan idenya menggunakan pakaian adat ini pas dengan momen perayaan HUT RI ke-72. “Patut diacungi jempol,” tambahnya.

Hal ini tentu berdampak kepada masyarakat karena merasa diperhatikan. Dan publik harus mencontoh sikap kebinekaan pemimpinnya. “Selama ini yang mungkin yang tampil itu dua saja, kini keanekaragaman lebih terasa. Sederhana tapi manis,” tambahnya.

Menurutnya sebagai masyarakat awam kita juga bisa mencontoh pemimpin dari segi bertukar pakaian saat acara kebudayaan atau lainnya. “Selama ini yang pakai baju adat kan cuma paduan suara atau among tamu, sekarang petinggi-petinggi semua pakai. Itu kan contoh menghargai budaya bangsa dan kebinekaan. Keren bapak kita yang satu ini, sederhana menyentuh dan spektakuler,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement