Sabtu 05 Aug 2017 09:30 WIB

Ambon Siapkan Diri Jadi Kota Musik Dunia

Jawara Indonesian Idol 2010, Igo Pentury, menghibur warga, saat pencanangan Ambon sebagai 'Kota Musik', di kawasan Pattimura Park Ambon, Maluku, Sabtu (11/2) malam
Foto: Antara
Jawara Indonesian Idol 2010, Igo Pentury, menghibur warga, saat pencanangan Ambon sebagai 'Kota Musik', di kawasan Pattimura Park Ambon, Maluku, Sabtu (11/2) malam

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Kota Ambon di Provinsi Maluku akan menjadi tuan rumah penyelengaraan Konferensi Musik Indonesia. Acara ini akan berlangsung pada 9 hingga 12 Oktober 2017.

"Ambon akan menjadi tuan rumah konferensi untuk merumuskan musik di Indonesia. Ini salah satu upaya mewujudkan Ambon menuju Kota Musik Dunia," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, Jumat (5/8).

Menurut dia, konferensi musik merupakan kegiatan yang sangat penting dalam proses belajar membangun ekosistem musik di Indonesia. Kegiatan ini akan dihadiri para musisi guna membahas masalah musik di Indonesia. "Kami berharap ajang ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para musisi di Ambon," ujarnya.

Mewujudkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, pihaknya bersama tim konsultan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah menyiapkan 25 rencana aksi Ambon menuju Kota Musik Dunia. Rencana aksi dilakukan setelah melalui beberapa tahapan yakni konsultasi dan diskusi dengan para pemangku kepentingan, komunitas musisi dan seniman di kota Ambon, serta pelaku usaha seni.

"Rencana aksi tersebut terbagi dalam lima pilar yakni musisi dan komunitas, infrastruktur, proses belajar, pengembangan industri dan nilai sosial budaya," ujarnya.

Richard mengatakan, 25 rencana aksi tersebut dituangkan ke dalam lima pilar yakni pilar infrastruktur yakni mendirikan Kantor Musik Ambon, regulasi produk rekaman, integrasi kota, provinsi dan pemerintah pusat, penyediaan venue dan sound system untuk musisi pemula, regulasi live music di hotel, kafe dan restoran serta akses masyarakat ke venue musik. Untuk pilar musisi dan komunitas yakni standarisasi yang profesional, membuat forum komunikasi lintas pemangku kepentingan, mendata penulis lagu dan penampil, dan pengembangan penonton musik.

Sedangkan untuk pilar proses belajar di antaranya membuat seminar lokal dan internasional, mendirik pendididikan musik dari tingkat SD hingga SMA/SMK serta perguruan tinggi, kunjungan ke konferensi dan pertukaran know-how dengan kota dan negara lain dan memberikan beasiswa dan dana riset untuk mempelajari musik di Ambon.

Rencana aksi lain lainnya, kata dia, yakni melakukan riset pasar dan analisis dampak ekonomi, budaya dan sosial politik, memfasilitasi kawasan kuliner yang menampilkan music live, menciptakan strategi integrasi pariwisata dan musik, membuat konser musik terbuka skala kecil, membuat situs resmi Ambon kota musik dunia, dan festival musik antar-genre. Hal tersebut merupakan bagian dari pilar pengembangan industri.

Selain itu pilar nilai sosial budaya yaitu mengabadikan latar belakang dan sejarah musik Ambon melalui pembangunan museum, mengoptimalkan musik sebagai alat integrasi antar komunitas dan regulasi yang mendukung pelestarian musik tradisional. Richard mengatakan untuk menuju ke rencana aksi tersebut setidaknya ada tiga tahapan perencanaan road map yakni identifikasi dan optimalisasi, kolaborasi dan pengembangan serta pemeliharaan menuju proses submit aplikasi ke UNESCO.

"Kami berharap rencana aksi ini mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga upaya untuk mewujudkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia dapat berjalan dengan baik," kata Richard.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement