Senin 24 Jul 2017 17:55 WIB

Ini Keuntungan Tinggal di Smart Home

Rep: Christiyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih
Smart Home. Ilustrasi
Foto: CNN
Smart Home. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Inti Griya Perdana, salah satu anak usaha PT Intiland Development Tbk (Intiland) mewujudkan konsep smart community di kawasan Serenia Hills, Jakarta Selatan. Project Leader Klaster Quantum Serenia Hills PT Inti Griya Perdana, Permadi Indrayoga mengatakan konsep rumah pintar (smart home) diyakini mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuninya. 

Lewat konsep ini, penghuni dapat mengontrol keadaan rumah melalui smartphone atau gawai lain selama bepergian. Yoga yang tengah menangani pembangunan kluster smart home mengatakan setiap unit rumah yang ditawarkan di klaster Quantum dilengkapi dengan piranti smart living. "Setiap rumah dilengkapi dengan dua kamera di dalam dan luar rumah, satu telepon, satu sensor motion, dan AC," kata dia pada Senin (24/7).

Intiland Kenalkan Klaster Rumah Pintar

Demi menunjang keamanan, kamera di smart home dilengkapi dengan mikrofon dan speaker. Dengan demikian tidak hanya gambar keadaan rumah yang terekam namun juga suara-suara yang ada di sekitarnya. Solusi ini membantu terutama bagi mereka yang kerap meninggalkan rumah dalam keadaan tanpa penghuni.

"Video interkom sangat berguna untuk menekan angka kriminalitas, bukan hanya untuk viewing tapi juga untuk tahu siapa yang datang ke rumah," kata dia.

Harga hunian dengan konsep smart living ini dibanderol mulai kisaran Rp 3-4 miliar per unitnya. Dengan nilai proyek mencapai Rp 200 miliar untuk pembangunan 60 unit, pengembang membidik pasar eksekutif muda sebagai konsumen klaster Quantum. Total luas lahan yang akan dikerjakan untuk klaster ini ditargetkan mencapai 26 hektar.

Sejauh ini Jakarta masih menjadi sasaran utama pengembang yang merupakan anak usaha dari PT Intiland Development Tbk (Intiland). "Basis bisnis kami ada di Jakarta dan Surabaya, jika sambutan di Jakarta bagus maka ke depan konsep smart home bisa meluas ke Surabaya," kata Yoga.

Ari Syarif selaku Marketing & Sales Manager System Solution PT Panasonic Gobel Indonesia mengungkapkan pengguna internet based product meningkat setiap tahun. "Pertumbuhannya naik sekitar 2-3 kali lipat per tahun," katanya.

Selain menggandeng developer perumahan, Panasonic Indonesia juga berkolaborasi dengan developer apartemen menciptakan hunian berkonsep smart living. Menurut Ari kecenderungan konsumen di Indonesia tidak mau repot memasang sendiri piranti penunjang smart home.

"Mereka lebih suka beli rumah atau apartemen yang sudah built in piranti smart homenya daripada beli rumah biasa dan harus memasang sendiri," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement