Ahad 07 May 2017 16:39 WIB

Borobudur International Conference Ngehits di Dunia Maya

Candi Borobudur.
Foto: Antara
Candi Borobudur.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Nama Borobudur kembali berkibar. Usai dinobatkan menjadi Top 3 Iconic Adventure Dunia oleh National Geographic, Candi Budha terbesar di dunia itu kembali ngehits lantaran sukses mendobrak naik ke urutan ke-4 besar trending topic Nasional. 

Pemicunya, event Borobudur International Conference yang ikut di boosting Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jateng, Sabtu (6/3). "Ini punya magnet yang luar biasa besar. Ada delapan negara yang mengirimkan perwakilannya ke Indonesia. Dan semua kompak mengampanyekan Borobudur lewat tema besarnya untuk Indonesia dan dunia,” ujar Hari Untoro Dradjat, Ketua Tim Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Kawasan Borobudur, Sabtu (6/3).

Sejumlah tokoh besar hadir di acara internasional yang ikut didukung Divisi Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata itu. Selain Hari Untoro, ada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dari kalangan pemuka agama, ada Said Agil Siraj (Islam), Franz Magnis Suseno (Katholik), Mayjen TNI Wisnu Bawa Temaya (Hindu), Bhikku Santacitto (Budha) serta tokoh agama Budha Tibet dari Nepal Kyabje Dagri Rinpoche. Semua kompak membahas kedamaian dan harmony di destinasi yang sedang dikembangkan menjadi ’10 Bali Baru’ itu.

“Tema yang diangkat sangat relevan. Untuk dunia dan Indonesia. Saya bangga Borobudur jadi inspirasi bagi perdamaian dunia,” ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono, juga tak mau ketinggalan berkomentar. "Candi Borobudur merupakan mahakarya dan warisan bangsa Indonesia yang diakui dunia. Seluruh mata dunia akan tertuju dan mengetahui pesan perdamaian dari sini," ungkap dia.

Ketua PB NU Marsudi Suyud dari PBNU menerangkan bahwa umat Muslim di dunia 13,9 persennya berada di Indonesia. Meski begitu, Candi Borobudur yang merupakan ikon agama Budha nyatanya tidak membuat masyarakat gelisah. Mereka justru bisa nyaman hidup berdampingan.  

"Di Indonesia dengan berbagai macam perbedaan, tetap nyaman dan harmonis. Beda pendapat itu wajar, demo itu boleh namun alangkah baiknya demonstrasi yang mengundang tourism bukan terorism," katanya.

Sedangkan tokoh Agama Katholik Franz Magnis Suseno mengharapkan even seperti ini harus disuarakan seluas-luasnya ke seluruh dunia. “Ini menjadi salah satu seruan perdamaian di dunia khususnya perdamaian antar umat beragama,”ungkapnya.

Beragam statemen yang menyuarakan perdamaian dan keharmonisan hidup tadi ikut dilirik Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jateng. Beragam foto, cicitan, quote-quote yang penuh inspirasi, langsung di boosting di dunia maya. Pasukan dunia maya bentukan Kementerian Pariwisata itu langsung beraksi. Semua kompak mempromosikan even internasional tadi lewat tanda pagar ‪#‎BorobudurPeaceHarmony. 

“Ini bukan soal kompetisi dan gaya-gayaan. Ini cara kami mencintai kota dan daerah kami,” ujar Shafigh Pahlevi Lontoh, Koordinator GenPi Jateng.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut menyimak. Dia sering menyebut Borobudur sebagai “Mahakarya Budaya Dunia” atau World Cultural Masterpiece. Sebagai ikon destinasi prioritas di Jawa Tengah dan DIY, kompleks candi terbesar di dunia dan sudah menjadi bangunan warisan budaya yang tercatat UNESCO itu, Borobudur diyakini bisa menjadi inspirasi bagi perdamaian dan keharmonisan umat ke seluruh dunia.

“Borobudur yang sudah diakui dunia merupakan sumber inspirasi. Heritage-nya menjadi sumber inspirasi untuk karya baru pada masa sekarang. Sebagai warisan budaya dunia dengan logo UNESCO, nilai Borobudur sangat luar biasa,” ujar Arief.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement