Kamis 27 Apr 2017 13:27 WIB

Chand Parwez Optimistis 'Critical Eleven' Jadi Film Nasional Terlaris Tahun Ini

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Hazliansyah
Poster film Critical Eleven
Poster film Critical Eleven

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Produser rumah produksi terbesar di Indonesia, Starvision Plus, Chand Parwez optimistis 'Critical Eleven' akan menjadi film nasional terlaris di bioskop tahun ini.

Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ika Natassa ini adalah produksi orisinil antara Starvision, Servia Plus, Legacy Pictures, HOOQ, dan Telkomsel.

"Saya yakin 'Critical Eleven' dan 'Sweet 20' akan menjadi film terbesar di Indonesia tahun ini," ujarnya dijumpai Republika.co.id, Rabu (26/4) malam.

Pada 2015, kata Chand Parwez hanya ada tiga film nasional dengan penonton di atas satu juta orang. Jumlah tersebut meningkat menjadi 10 film setahun kemudian. Ini menunjukkan minat masyarakat menonton film-film lokal semakin tinggi.

"Kita sudah sampai di era digital, sehingga masyarakat perlu mendapat kesempatan menonton merata, di bioskop maupun di luar bioskop," ujarnya.

Gebrakan baru yang dilakukan Starvision dan HOOQ sebagai penyedia layanan video on demand terbesar di Asia Tenggara adalah menggandeng Telkomsel untuk menyajikan film-film terbaik kepada pelanggan cukup melalui ponsel mereka. Pelanggan terlebih dahulu mengunduh aplikasi HOOQ lewat Apple Store atau Google Play dan mengaksesnya dengan paket data khusus Telkomsel.

'Critical Eleven' digarap sutradara kawakan, Monty Tiwa dan Robert Ronny. Sejumlah bintang papas atas Indonesia bermain dalam karya ini, antara lain Reza Rahardian dan Adinia Wirasti yang masing-masingnya merupakan penerima penghargaan Piala Citra serta salah satu pemain 'Ada Apa dengan Cinta.'

'Critical Eleven' menggambarkan 11 menit pertemuan pertama Ale (Reza Rahardian) dan Anya (Adinia Wirasti) dalam penerbangan dari Jakarta menuju Sydney.

Kesan pertama mereka mulai terbentuk di tiga menit pertama saat penumpang pesawat diminta mengencangkan sabuk pengaman. Delapan menit terakhir sebelum berpisah setelah turun dari pesawat menentukan apakah pertemuan keduanya menjadi awal suatu hubungan atau tiada artinya.

CEO HOOQ, Peter Bithos mengatakan perusahaannya tak hanya berinvestasi dalam membuat film saja, namun juga menghadirkan hiburan romantis berkualitas. Ini sangat dinantikan orang Indonesia dan Asia.

"Ini merupakan film sensasional yang memberi makna baru pada genre kisah cinta di Asia. Film ini akan menyentuh hati banyak penonton di Indonesia," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement