Senin 10 Apr 2017 01:10 WIB

Sanggar Semenanjung Persembahkan Operet Hangtuah

Sanggar Semenanjung mengangkat operet Melayu berjudul Hangtuah.
Foto: Dok Sanggar Semenanjung
Sanggar Semenanjung mengangkat operet Melayu berjudul Hangtuah.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Sanggar Semenanjung akan menggelar Operet Hangtuah, cuplikan drama kolaborasi seni peran dengan tari dan lagu dengan durasi pendek sekitar 45 menit. Pergelaran teater Melayu ini akan diselenggarakan di Rumah Seni Asnur Kavling UI Timur Blok D No.4 Tanah Baru Depok, Jawa Barat,  15 dan 16 April 2017.

Operet Hangtuah adalah upaya Sanggar Semenanjung melestarikan  dan mengembangkan teater Melayu yang akhir-akhir ini jarang dipersembahkan di Jakarta dan sekitarnya. Operet Hangtuah adalah produksi Sanggar Semenanjung yang kelima, disutradarai oleh Asrizal Nur.

Di samping menyutradarai, Asrizal Nur ikut berperan sebagai Raja, Jimmy S Johansyah sebagai Datuk Bendahara. Sa'id Rega Syahringga sebagai Hang Jebat sedangkan Hangtuah diperankan oleh Rian. Naskah ditulis oleh Temul Amsal.

Asrizal Nur mengatakan, operet Melayu ini menceritakan betapa kejamnya sebuah fitnah. Ini ermula dari kecemburuan dan nafsu berkuasa seorang Patih bernama Karmawijaya. Ia  memfitnah Hangtuah,  seorang Laksamana Kepercayaan Raja, sehingga Raja memutuskan hukuman mati pada Hangtuah. Datuk Bendahara pun diperintahkan untuk mengeksekusi hukuman tersebut.

Mendengar sahabatnya korban fitnah,Hangjebat  murka dan mengamuk, sehingga Raja dan pemuka kerajaan meninggalkan istana. “Pada saat inilah Datuk Bendahara berterus terang kepada Raja, bahwa sebenarnya ia tidak tega melaksanakan  titah  raja untuk menghukum mati Hangtuah tetapi menyembunyikannya di Indrapura,” tutur Asrizal Nur kepada Republika.co.id, Ahad (9/4).

Raja gembira mendengar berita itu.  Hangtuah pun dipanggil dan diminta bantuannya untuk menangkap Hangjebat. “Perkelehaian Hangtuah dan Hangjebatpun tak dapat dielakkan. Begitulah akhirnya Hang Jebat mati di tangan Hangtuah,” tutur Asrizal.

Asrizal mengungkapkan, sehubungan tiada sponsor, panitia menjual undangan donatur Rp 250 ribu  untuk hari pertama, Sabtu , 15 April 2017 pukul 14.00 WIB dan untuk umum Rp 100 ribu, 16 April 2017, pukul 14.00 WIB. “Di gedung teater Rumah Seni Asnur hanya  tersedia  100 kursi,” ujar Asrizal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement