REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi masyarakat Indonesia budaya berkumpul merupakan hal yang sangat penting. Tak heran bila banyak babak kehidupan yang dirayakan dengan mengumpulkan anggota keluarga, kerabat, dan sahabat.
Urusan berkumpul dengan keluarga atau kerabat tapi kini tidak semudah zaman nenek dahulu. Kehidupan modern memaksa makin banyak keluarga tinggal di hunian bertingkat di pinggiran Jakarta dengan luas lahan yang tak terlalu besar dan dihadang kemacetan pinggiran kota.
Solusi berupa tempat berkumpul di tengah kota, dengan suasana yang nyaman pun bermunculan. Salah satunya adalah Kembang Kencur.
Berlokasi di belakang Griya Patria, Jalan Pejaten Barat no 16, Ampera, Jaksel, Kembang Kencur menawarkan ruang berkumpul dengan konsep rumahan. Rika Harjosuwarno, sang pemilik, mengatakan Kembang Kencur merupakan 'rumah' yang bisa disewakan.
"Saya tidak menyebut seperti function hall atau wedding venue, tapi lebih ke acara keluarga misalnya akad nikah atau siraman, atau sunatan anak," katanya.
Rika mendesain Kembang Kencur dengan gaya rumahan yang hangat. "Saya berpikir orang seperti memindahkan rumahnya saja ke sini saat mau buat acara, karena itu saya rancang hangat, sejuk, dengan kebun yang cantik," katanya.

Ia menyebut Kembang Kencur bak pulang ke rumah saja. Karena itu kesan hangat akan muncul begitu ke sana. Lantai berpoles semen dan dipadu tegel kunci. Kursi yang mirip dudukan di rumah yang santai. Faktor kolam renang dan kebun yang tertata teduh di belakang menambah kesan pulang ke rumah.
Rika mengatakan pada dasarnya Kembang Kencur yang luasnya mencapai 500 meter persegi bisa dimanfaatkan untuk beragam acara. Kembang Kencur bisa dipesan hingga berkapasitas 150 orang.
Beragam paket acara disediakan pula Kembang Kencur dengan harga dari 18,5 juta untuk 50 orang hingga Rp 41,5 juta. Jumlah tersebut sudah mencakup sewa tempat, katering, pawang hujan, parkir, valet, sound system sederhana, hingga dekor.
Bagi mereka yang membutuhkan ruang rapat atau pelatihan untuk 30 orang, Kembang Kencur juga memiliki paketnya. "Mau buat apa, kami bisa bantu," katanya.
Mengusung konsep rumahan, Rika namun membatasi jam acara di Kembang Kencur. "Dari jam 8 pagi sampai 11 malam, pukul 23.00 sudah harus rampung," katanya.
Menurut Rika, kebutuhan untuk ruang acara di Ibu Kota sangat besar. "Hidup kan tidak pernah berhenti, dari siraman, akad nikah, tujuh bulanan, akikah, sunat, ulang tahun, arisan, semua membutuhkan tempat untuk berkumpul," ujarnya.
Mengadakan acara di rumah sendiri namun tidak selalu bisa dilakukan. "Di sini, Anda tinggal datang menikmati acara, lalu pulang tinggal tidur tidak perlu beres-beres lagi."
Merayakan kehidupan di Kembang Kencur pun jadi lebih mudah. Tanpa harus kehilangan rasa nyaman seperti di rumah sendiri.
