Kamis 19 Jan 2017 08:30 WIB

Marcella Zalianty: Baca Puisi Perlu Energi Besar

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah
 Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia(PARFI) 56 Marcella Zalianty
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia(PARFI) 56 Marcella Zalianty

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Marcella Zalianty telah menyepakati keikusertaannya dalam Pembacaan Puisi Teaterikal 'Manusia Istana' karya Radhar Panca Dahana. Selain kedekatannya bersama sang budayawan, keterlibatannya ini juga untuk mengisi kerinduan jiwa dan batinnya terhadap puisi.

“Saya sebenarnya sudah lama baca puisi dan apalagi Mas Radhar dekat sekali sama adik saya. Dia juga termasuk budayawan yang saya kagumi. Dari alasan ini saya pun meng-oke-kan permintaan keterlibatan ini,” ujar Marcella saat Jumpa Pers (Jumpers) Penyelenggaraan Pembacaan Puisi Teaterikal 'Manusia Istana' di Jakarta, Rabu (18/1) lalu.

Meski bukan pertama kali mengikuti kegiatan semacam ini, Marcella tidak menampik, pendalamannya tidak mudah. Dia harus latihan secara mendalam dan energi yang besar setiap membacakan puisi Radhar. Menurut dia, puisi Radhar memerlukan fokus dan konsentrasi penjiwaan sehingga butuh energi besar.

Dari keseluruhan puisi Radhar, Marcella mengatakan hampir sebagian bertemakan politis. Dengan kata lain, berisi ekspresi kekecewaan dan keprihatinan penulis kepada bangsa ini. Seluruh pesan ini disampaikan melalui karya seni yang diharapkan dapat menjadi renungan bersama dalam memahami keadaan bangsa ini.

“Kita coba sampaikan ekspresi kita dengan cara ini sebagai salah satu upaya kita dalam menunjukkan protes kita,” tambah kakak perempuan dari Olivia Zalianty ini.

Pada kesempatan ini, Marcella akan membacakan sejumlah puisi yang salah satunya berjudul Parlemen Gerutu. Puisi ini lebih menceritakan politik dari sisi para legislatifnya. Melalui sejumlah puisi yang dibawakannya nanti, dia akan berusaha menampilkan dari sisi rakyat yang ingin mengungkapkan kekecewaanya terhadap bangsa.

(Baca Juga: Sejumlah Seniman Baca Puisi Teaterikal dalam Lakon Manusia Istana)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement