Jumat 02 Dec 2016 15:39 WIB

Penyanyi 'Nasi Padang' Kunjungi Padang Selama Tiga Hari

Audun Kvitland seniman asal Norwegia yang menciptakan dan menyayikan lagu Nasi Padang
Foto: Youtube
Audun Kvitland seniman asal Norwegia yang menciptakan dan menyayikan lagu Nasi Padang

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Penyanyi asal Norwegia yang terkenal dengan lagunya "Nasi Padang", Audun Kvitland dijadwalkan berkunjung ke Kota Padang, Sumatra Barat mulai Sabtu (3/12) besok. Rencananya ia akan menghabiskan tiga hari di kota Bengkuang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi, di Padang, Jumat (2/12) mengatakan, Audun akan berkunjung ke beberapa tempat wisata dan mengikuti kegiatan festival budaya.

Dia menyebutkan dari rencana kegiatan, Audun datang pada Sabtu (3/12) dan langsung makan siang di Rumah Makan Lamun Ombak selanjutnya berkunjung ke pulau Swarnadwipa. Malamnya pada hari yang sama Audun mengunjungi tempat wisata kuliner Padang Simpang Kinol.

Kemudian pada Minggu (4/12) Audun mengunjungi festival Budaya dan Ekonomi Malaysia dan Indonesia (Malindo) di Hotel Kyriad Bumi Minang yang dilanjutkan acara di salah satu radio swasta Padang.

"Di hari terakhir Audun terfokus pada ramah tamah dengan pemerintah dan masyarakat," tambahnya. Pada Senin (5/12) sebutnya Audun akan temu ramah di Rumah Rendang Ika Boga, kemudian di Museum Adityawarman dan silaturahmi ke rumah Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Keesokannya Audun kembali ke Jakarta dan seterusnya kembali ke Oslo Norwegia. Dia berharap Audun nantinya bisa memperkenalkan kebudayaan Minangkabau dan pariwisata Padang di Eropa. "Kami berharap kunjungan ini berimplementasi positif untuk kemajuan pariwisata Padang di dunia," katanya.

Dia menambahkan kunjungan Audun ini bersamaan dengan kehadiran warga Asia Tenggara ke Padang dalam kegiatan Festival Budaya Malindo. "Ini menjadi hari sibuk diharapkan warga memberikan dukungan sepenuhnya," kata dia.

Salah satu tokoh masyarakat di Kuranji, Padang, Darmawi Ibrahim berharap kedatangan banyak tamu asing ke Padang menjadi keuntungan sekaligus peringatan.

Keuntungannya akan ada pemasukkan daerah dari pariwisata, peringatannya dalam hal menjaga kebudayaan Minangkabau. "Hal ini perlu menjadi perhatian terutama dalam memperkuat eksistensi budaya agar dikenal oleh masyarakat luar negeri," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement