Rabu 16 Nov 2016 08:33 WIB

Paduan Suara Indonesia Ukir Sejarah di Spanyol

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Andi Nur Aminah
Kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers (BMS) menyabet gelar juara umum dan juara pertama untuk dua kategori di kompetisi paduan suara internasional 48th Tolosa Choral Contest di Kota Tolosa, Sanyol, yang berlangsung 28 Oktober sampai 1 November 201
Foto: Batavia Madrigal Singers (BMS)
Kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers (BMS) menyabet gelar juara umum dan juara pertama untuk dua kategori di kompetisi paduan suara internasional 48th Tolosa Choral Contest di Kota Tolosa, Sanyol, yang berlangsung 28 Oktober sampai 1 November 201

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok paduan suara Batavia Madrigal Singers (BMS) di bawah pimpinan konduktor Avip Priatna mengukir sejarah di Spanyol. BMS meraih predikat juara umum dalam kompetisi paduan suara internasional 48th Tolosa Choral Contest yang berlangsung pada 28 Oktober sampai 1 November 2016 di negara tersebut.

"Selain juara umum, BMS berhasil meraih juara pertama kategori Poliphony serta juara pertama kategori Basque Song & Popular Music/Folklore," ungkap Avip yang merupakan Direktur Musik di The Resonanz Music Studio.

Pria kelahiran Bogor, 29 Desember 1964 itu mengatakan, BMS tampil mengenakan kostum bernuansa Nusa Tenggara Timur. Tim yang terdiri atas Avip sebagai konduktor dan 44 penyanyi itu membawakan lagu 'Benggong' yang berasal dari Manggarai, NTT, dilengkapi tarian hasil koreografi Sonja Simanjuntak.

Mereka juga membawakan lagu Indonesia berjudul 'Hentakan Jiwa' hasil aransemen komposer muda Ken Steven. Beberapa tembang lain yang dibawakan termasuk lagu klasik 'Canticum Novum', 'Et J'aime Uniquement', 'Ehre Sei Gott in der Hohe', serta medley lagu pop 'I Love You dan 'What A Wonderful World'.

Avip menginformasikan, kompetisi bergengsi itu diikuti oleh 21 paduan suara dari 15 negara. Selain Indonesia, belasan negara tersebut yakni Spanyol, Norwegia, Taiwan, Lituania, Kolombia, Slovenia, Italia, Jerman, Kuba, Hungaria, Belanda, Latvia, Inggris, dan Swedia.

Kemenangan BMS menandai kejayaan perdana paduan suara Indonesia di ajang yang merupakan bagian dari European Grand Prix in Choral Singing (EGP). Dengan predikat juara umum, BMS akan kembali bertanding dalam EGP 2017 yang mempertemukan para juara umum dari enam kompetisi yang terafiliasi di dalamnya.

"Saya sangat senang dan terharu BMS dan Indonesia bisa mengukir sejarah ini, karena untuk menjadi peserta saja ada seleksi ketat oleh penyelenggara di mana semua kelompok paduan suara yang berpartisipasi adalah hasil saringan terbaik," tutur Avip.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement