Senin 29 Aug 2016 13:23 WIB

PAUD di Cina Buka Kursus CEO Bagi Anak Orang Kaya

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Indira Rezkisari
Anak-anak di Beijing, Cina, sedang berpose bersama lukisan mantan pemimpin Cina Mao Zedong.
Foto: EPA
Anak-anak di Beijing, Cina, sedang berpose bersama lukisan mantan pemimpin Cina Mao Zedong.

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam rangka mempersiapkan anak dalam menapaki kehidupan, para orangtua kaya di Cina mendaftarkan anak mereka dalam semua jenis program pendidikan termasuk kursus pelatihan menjadi CEO.

Media lokal Cina merilis bahwa institut pendidikan dini di Guangzhou, Provinsi Guangdong, menawarkan kursus pelatihan CEO untuk anak-anak rentang usia 3-12 tahun. Program ini dibandrol dengan harga 7.500 dolar AS per tahun.

Anak-anak dapat menghadiri dua kelas per minggunya. Mereka diberikan berbagai macam aktivitas diantaranya mencari kata-kata yang hilang dalam sebuah kalimat dan menyusun mainan bongkar pasang.

Meskipun tampak biasa, menurut brosur promo yang dirilis oleh institut pendidikan tersebut jenis permainan ini dapat membuat anak-anak bersemangat dan melatih daya saing sebagai pemimpin.

Tak ada yang menyangkal bahwa Cina memiliki lingkungan pendidikan yang penuh persaingan di dunia. Ini artinya, semua orangtua di sana akan melakukan apapun untuk memastikan tidak tertinggal dari yang lain.

(baca: Jembatan Kaca Terpanjang di Cina Dibuka untuk Umum)

Namun, para ahli meyakini bahwa kursus yang bersifat royal ini lebih bermanfaat bagi orangtua bukan si anak. Mereka beranggapan keikutsertaan anak-anak dalam kursus semacam itu dapat memunjukkan status sosial kelurga mereka di mata masyarakat. Jika diperhatikan lebih jauh, materi yang diberikan untuk anak-anak mereka terbukti tidak memiliki nilai yang berarti.

Salah satu orangtua yang diwawancarai oleh kantor berita Xinhua mengaku bahwa anak-anak lebih banyak bermain daripada belajar. Namun, karena kebanyakan anak-anak tinggal dalam satu lingkungan komplek maka para orangtua memutuskan untuk membayar 7.500 dolar agar anaknya bisa belajar juga di institut tersebut.

"Kami tidak mau anak kami tertinggal dari yang lain," katanya.

Para ahli mengemukakan bahwa mustahil membuat anak usia tiga tahun menjadi seorang pemimpin. Sehingga, para ahli menyimpulkan bahwa kursus ini sebenarnya lebih banyak mendatangkan efek buruk dari pada baiknya. Jadwal belajar di usia yang terlalu dini hanya akan membuat si anak cepat lelah dan jenuh untuk belajar di usia muda nantinya.

Selain pelatihan CEO, kursus elite untuk anak lainnya adalah kamp golf musim panas dan menunggang kuda. Keduanya memakan dana hingga puluhan ribu yuan. Semakin mahal biaya kursus makan semakin populer pula kursus yang diikuti, dilansir dari Oddity Central.

Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi