REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sejumlah biksu di Jepang berkompetisi dalam kontes tahunan "Biksu Tertampan". Dalam ajang itu, para biksu memamerkan keindangan dalam diri mereka dan bersaing dengan kontestan lain.
Penonton lantas memilih biksu yang paling menginspirasi usai para finalis melakukan jalan di atas panggung, menjawab pertanyaan, dan melakukan pertunjukan bakat. Rencananya acara tersebut akan melibatkan lima peserta. Akan tetapi, dua orang biksu tidak bisa hadir karena taifun menyerang pusat Tokyo.
Aigen Yokoyama, seorang biksu dari prefektur Chiba dan praktisi karate menunjukkan keahlian membelah 10 lapis balok semen dengan tangan.
Renka Haseo, seorang biksu dan penyiar radio dari prefektur Aichi unjuk gigi dengan keahliannya membawakan siaran dari programnya. Satu peserta terakhir adalah peserta perempuan perdana yakni Koyu Osawa dari Tokyo. Ia mengajak 40 orang audiens untuk bermeditasi.
Meski banyak yang kagum dengan kemampuan Yokoyama dan terhibur dengan penampilan Haseo, mayoritas dukungan mengalir ke Osawa.
"Saya sendiri terkejut saya bisa mendapatkan kedamaian yang mendalam saat bermeditasi," ujar seorang audiens Yuka Kimura seperti dikutip dari Malay Mail Online, Selasa (23/8).
Osawa mengaku ingin menyebarluaskan meditasi kepada seluruh orang. "Saya ingin berhubungan dengan orang yang belum pernah mencobanya (meditasi) atau selalu ingin mencoba," ujar Osawa.