Selasa 21 Jun 2016 07:42 WIB

Uniknya 'Batu Lumut' 3.000 Tahun di Andes

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Indira Rezkisari
Yareta, tanaman langka yang usianya ada yang mencapai ribuan tahun.
Foto: wikipedia
Yareta, tanaman langka yang usianya ada yang mencapai ribuan tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, Bebatuan di dataran tinggi Andes ini terlihat seperti ditutupi dengan lumut. Sebenarnya, itu adalah sejenis tanaman yang dikenal dengan nama Yareta yang hidup dalam koloni sejak ribuan tahun lalu.

Dilansir dari Amusing Planet, Yareta (Azorella compacta), yang juga dikenal dengan nama "Llareta" dalam bahasa Spanyol, adalah tanaman berbunga yang masuk dalam keluarga Apiaceae. Tanaman ini tumbuh di padang rumput Puna dingin dari Andes di Peru, Bolivia, Chili Utara, ke barat Argentina pada ketinggian antara 3.200 dan 4.500 meter.

Untuk bertahan hidup dalam kondisi yang ekstrim, Yareta terus tumbuh dekat dengan tanah untuk menahan panas sebanyak mungkin. Hal ini juga membantu menahan kuatnya angin di dataran tinggi.

Selain itu, untuk mencegah hilangnya kelembaban melalui penguapan, Yareta memiliki daun dengan lapisan lilin.

Trik lain yang dilakukan Yareta untuk bertahan hidup di pegunungan Andes adalah dengan tumbuh sangat lambat. Rata-rata tanaman ini hanya tumbuh 1,5 cm per tahun.

Gumpalan besar Yareta yang tumbuh di bebatuan bisa berusia ribuan tahun. Banyak Yareta yang ditemukan diperkirakan telah berusia lebih dari 3.000 tahun.

Karena Yareta bersifat kering dan padat, tanaman ini mudah terbakar seperti lahan gambut. Jumlah Yareta yang terbakar belakangan ini cukup signifikan, sehingga mengancam keberadaan tanaman.

Yareta saat ini telah menjadi spesies dilindungi dan telah dimasukkan dalam daftar flora terancam punah.

(baca: Keren, Dermaga Ini Tawarkan Sensasi Berjalan di Atas Air)

Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi