REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Penyanyi rap Azealia Banks mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas umpatan bernada rasial dan Islamofobia yang ditujukan kepada mantan personel One Direction Zayn Malik. Umpatannya itu juga mendorong Twitter menonaktifkan sementara akunnya.
Banks, yang terkenal sering mengunggah pesan provokatif pada situs jejaring sosial dan jarang menyuarakan penyesalan, menyampaikan "permintaan maaf yang tulus kepada dunia" di Instagram, tempat akunnya masih aktif.
"Menggunakan kata-kata bernada rasial, penghinaan seksual, stereotip untuk mengolok-olok atau merendahkan seseorang atau kelompok tidak adil dan tidak lucu bagi siapa pun," tulis Banks yang tampil di Istanbul pada Ahad (16/5).
"Saya membiarkan kemarahan menguasai saya, saya sudah menghina jutaan orang tanpa alasan. Dan untuk itu, saya menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya," tulisnya, Sabtu malam waktu setempat.
Banks, penyanyi rap Afrika-Amerika, Selasa malam pekan lalu melontarkan julukan yang menyasar Muslim dalam cicitan di Twitter kepada Zayn. Menurut dia, sejak bersolo karier setelah keluar dari One Direction, Zayn meniru gayanya. Banks kemudian mengatakan bahwa militer Amerika Serikat akan membunuh keluarga Zayn yang adalah warga Inggris keturunan Pakistan dan salah satu Muslim terkenal dalam budaya pop Barat.