Selasa 19 Apr 2016 07:32 WIB

Pameran Kerajinan INACRAFT Kembali Digelar

Rep: c34/ Red: Andi Nur Aminah
Pameran Kerajinan Inacraft 2015: Pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan Pameran Kerajinan Khas Indonesia - Inacraft 2015 di Jakarta, Rabu (8/4).
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Pameran Kerajinan Inacraft 2015: Pengunjung melihat kerajinan di salah satu stan Pameran Kerajinan Khas Indonesia - Inacraft 2015 di Jakarta, Rabu (8/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhelatan akbar pameran kerajinan INACRAFT bakal kembali digelar untuk ke-18 kalinya. Bertempat di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta, INACRAFT 2016 akan berlangsung selama lima hari mulai Rabu (20/4) hingga Ahad (24/4). 

Project officer INACRAFT 2016, Hadi Sunarno, menginformasikan pameran tahunan ini telah berlangsung sejak 1999. Penyelenggaranya ialah Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan PT Mediatama Binakreasi serta didukung sejumlah Kementerian dan BUMN.

"INACRAFT 2016 diikuti oleh lebih dari 1.400 peserta, baik produsen maupun eksportir kerajinan dari 34 provinsi di Indonesia," ujar Hadi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/4).

Para peserta tersebut, ucapnya, menempati 1.333 stan dengan luas area 25.070 meter persegi. Ia memerinci, terdapat 849 stan yang ditempati peserta individu, 359 stan dinas, 117 stan BUMN, dan delapan stan peserta luar negeri. Peserta dari luar negeri ini berasal dari negara Singapura, Jepang, Pakistan, Nepal, India, dan Syria.

Hadi menargetkan capaian 200 ribu pengunjung selama lima hari gelaran INACRAFT 2016. Apalagi, sejumlah besar pembeli dari luar negeri dan lintas benua menyatakan akan datang.

"Transaksi dagang diharapkan akan meningkat 10 persen dari tahun lalu. Target kami Rp 133 miliar untuk penjualan retail dan lebih dari 10 juta dolar AS untuk transaksi kontak dagang," kata Hadi, yang menginformasikan bahwa INACRAFT 2016 mengusung tema From Smart Village to Global Market dan mengangkat ikon kebudayaan Minangkabau dengan subtema The Splendour of Minangkabau.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement