REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –- Generasi milenial diprediksi akan menjadi populasi terbesar di Indonesia beberapa tahun mendatang. Pada 2020, jumlah usia produktif diperkirakan akan melonjak 50 hingga 60 persen. “Kini, jumlah usia produktif 15 hingga 35 tahun sudah mencapai 40 persen,” ujar Yoris Sebastian dari OMG Consulting, baru-baru ini.
Hal ini juga diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2014-2015 menunjukkan, jumlah penduduk Indonesia mencapai 254,9 juta jiwa dan jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 128,30 juta jiwa.
Perkembangan generasi muda baru tersebut seiring meningkatnya teknologi informasi. Segala aktivitas generasi milenial selalu bersentuhan dengan internet.
Yoris mengatakan, perkembangan teknologi membawa perubahan gaya hidup anak muda yang lahir pada kurun waktu 1990-an sampai 2000-an. Mereka lahir dan tumbuh dengan nyaman dalam lingkungan serbadigital. “Melalui internet, berbagai aktivitas dalam kehidupan mereka menjadi lebih mudah. Mereka inilah yang disebut sebagai generasi milenial atau generasi digital native,” katanya menjelaskan.
Dia menuturkan, generasi milenial dinilai mampu menemukan cara tersendiri untuk terhubung dan terkoneksi dengan orang lain melalui media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Path. Mereka mengubah tatanan nilai dan gaya hidup selama ini menjadi serbadigital.
Sementara, survei kumpulan data obrolan di Twitter yang dilakukan Provetic selama dua bulan mulai 1 Desember sampai 31 Januari 2016, menunjukkan rentang usia 20 hingga 24 tahun menjadi usia pengguna terbesar (45 persen) dari total responden sebanyak 4.670 akun.