Kamis 11 Feb 2016 10:37 WIB

Penambahan Bioskop akan Tingkatkan Jumlah Penonton

Rep: MG ROL 65/ Red: Hazliansyah
Bisnis layar lebar yang menggairahkan membuat pengusaha bioskop berniat membuka terus bioskop di seluruh Indonesia.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Bisnis layar lebar yang menggairahkan membuat pengusaha bioskop berniat membuka terus bioskop di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peningkatan film nasional tidak hanya ditentukan dengan kualitas produksi. Namun juga harus disertai dalam penambahan jumlah layar (bioskop).

Apabila perkembangan film tidak diiringi dengan perkembangan fasilitas penunjangnya akan menimbulkan hasil yang sia-sia. Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah.

    

Saat ini tidak semua daerah atau kota memiliki boiskop. Sedangkan dalam perkembangan industri perfilman lokal, jumlah penonton di setiap daerah akan sangat berpengaruh kepada kesuksesan sebuah film tersebut. Terlebih lagi sekarang ini biskop merupakan sebuah tempat yang sudah sangat dibutuhkan bagi gaya hidup masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di pusat kota.

“Satu-satunya cara mendapat 20 juta penonton dari satu judul film nasional, adalah dengan menambah jumlah layar bioskop di Indonesia," ujar Manooj Punjabi, Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2).

Menurutnya dengan jumlah layar yang mencapai 1.117 saat ini tidak bisa memfasilitasi penonton potensial yang ada di tanah air.

"Minimal harus ada sekitar 3.000 sampai 5.000 layar untuk dapat memfasilitasi ini semua," ujar Manooj.  

Selain pembangunan fasilitas bioskop yang perlu diperhatikan, pengaturan penayangan film lokal juga harus diperhatikan. Untuk menjaga agar perkembangan bioskop sesuai dengan tujuan utamanya yakni agar perfilman Indonesia dapat tayang semakin banyak dibandingkan dengan film internasional.

Selain itu dengan pembangunan bioskop yang semakin dipercaya akan membuat banyak pemasukan dari penjualan tiket dan di satu sisi akan menambah jumlah pajak bagi pemerintah.

Sebelumnya para sineas mendukung rencana pemerintah melakukan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) terutama di industri perfilman. Dengan adanya revisi maka investor asing akan dapat masuk ke tanah air, termasuk ikut menambah jumlah layar di tanah air.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement