Rabu 30 Dec 2015 14:14 WIB

Hari ini Novel “Ayat-Ayat Cinta 2” Dibedah di Washington DC

Habiburrahman El Shirazy memberikan ceramah Maulid Nabi SAW di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (29/12).
Foto: Dok Kang Abik
Habiburrahman El Shirazy memberikan ceramah Maulid Nabi SAW di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (29/12).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC – Kehadiran novelis terkemuka asal Indonesia Habiburrahman El Shirazy di  Washington DC, Amerika Serikat, disambut hangat oleh masyarakat setempat.

"Antusiasme  masyarakat Washington DC luar biasa menyambut kedatangan penulis novel “Ayat Ayat Cinta” Habiburrahman El Sirazy,” kata Presiden Indonesian Muslim Association in America (IMAAM) Amang Sukasih PhD, Selasa (29/12) malam  waktu Washington.

Bahkan, Amang menambahkan, meskipun “Ayat ayat Cinta 2” sudah dibedah di Los Angeles dan dua kali dibedah di Baltimore, masyarakat Washington DC tetap menginkan bedah buku tersebut juga diadakan di Washington DC. “Karena itu, kami akan menggelar bedah novel ‘Ayat-Ayat Cinta 2”  di Masjid IMAAM, Washington DC, Rabu (30/12),” ungkap Amang.

Pada Selasa (29/12) malam, Habiburrahman El Shirazy diundang  memberikan ceramah pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Washington DC.

Sebelumnya, novel “Ayat-Ayat Cinta 2” dua kali dibedah dalam perhelatan akbar Muktamar Indonesian Muslim Society in Amerika – Malaysian Islamic Student Group (IMSA-MISG) yang diadakan di  Hunt Valley Inn, Baltimore, Maryland, Amerika Serikat, pada tanggal 24 – 28 Desember 2015.

Bedah novel “Ayat-Ayat Cinta 2” yang  pertama diadakan, Sabtu (26/12). Pada hari berikutnya yaitu 27 Desember 2015 diadakan bedah yang kedua, menggali lebih dalam proses kreatif penulisan Ayat-Ayat Cinta (AAC) 1 dan AAC 2.

Novel “Ayat-Ayat Cinta 2”  merupakan sekuel (kelanjutan) novel “Ayat-Ayat Cinta”   yang diterbitkan oleh Republika Penerbit 10 tahun silam. Novel AAC  sangat fenomenal dengan penjualan di atas satu juta eksemplar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement