Rabu 02 Dec 2015 18:10 WIB
Hari Disabilitas Internasional

'Musik untuk Semua'

Rep: C33/ Red: Yudha Manggala P Putra
Sejumlah siswa tampil memainkan alat musik tradisional angklung pada perayaan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan Kedubes Australia, di SLB A Pembina, Lebak bulus, Jakarta, Rabu (2/12).
Foto: Antara
Sejumlah siswa tampil memainkan alat musik tradisional angklung pada perayaan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan Kedubes Australia, di SLB A Pembina, Lebak bulus, Jakarta, Rabu (2/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap manusia berhak menikmati dan memainkan musik, tidak terkecuali bagi difabel. Bertepatan dengan perayaan hari disabilitas yang jatuh pada 3 Desember, digelar program bertema "musik untuk semua" yang memfokuskan kepada kemudahan akses bagi penikmat atau pemain pemain musik yang memiliki kebutuhan khusus.

Program hasil kerjasama kedutaan besar Australia dan Sekolah Luar Biasa (SLB-A) diadakan di auditorium sekolah itu pada Rabu, (2/12) dengan mengundang musisi sekaligus aktivis difabel asal Australia Emma Bennison.

Wanita yang akrab disapa Emma ini adalah penyanyi, penulis lagu dan CEO badan usaha seni dan disabilitas nasional, Art Access Australia.

Emma memandang masih adanya hambatan bagi akses yang penuh dan setara terhadap seni bagi para difabel. Hambatan itu berlaku bagi penikmat atau pelaku seni. Sehingga ia merasa perlu menyebarkan inspirasi bagi kaum disabilitas di Indonesia untuk sadar akan haknya bermusik.

"Saya melihat masih ada masalah-masalah jika kaum disabiltas ingin bermusik atau mendengarkan musik. Oleh karena itulah saya bergerak untuk membela hak-hak kaum disabilitas dalam hal seni," katanya saat ditemui Republika usai menyanyikan lagu sambil bermain piano berjudul Frozen pada Rabu, (2/13).

Sebelum Emma naik panggung, penampilan diawali perempuan tunanetra berusia tujuh tahun, Allafta Hirzi Sodiq yang menyanyikan lagu Adelle berjudul "Someone like you".

Nyanyian serta iringan pianonya membuat puluhan murid SLB-A yang berlokasi di Jalan pertanian raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan itu heboh. Tak pelak, deru tepuk tangan menghiasi suasana ketika perempuan yang akrab disapa Zizi itu turun panggung sambil ditemani ibu kandungnya.

Usai Zizi turun panggung, giliran 22 murid SLB-A dari SD hingga SMP memainkan alat musik angklung.

Bunyi angklung berpadu manis dengan ketukan drum murid-murid tunanetra itu ketika meng-cover lagu heal the world milik musisi legendaris Michael Jakcson. Alhasil, suasana auditorium tak kunjung reda dari tepukan para penonton yang terdiri dari murid, guru dan orang tua murid SLB-A.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement