Jumat 20 Nov 2015 19:14 WIB

Mau Naik UberChopper? Siapkan 2.000 Dolar AS

Rep: C23/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Helikopter (ilustrasi).
Foto: Antara
Helikopter (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa pengguna aplikasi Uber di Jakarta telah beruntung merasakan layanan UberChopper. Sebuah layanan jasa antar dengan menggunakan helikopter sebagai tumpangannya.

UberChopper hanya diselenggarakan Uber satu hari, yaitu pada Jumat (20/11) pada pukul 10:00 WIB hingga 12:00 WIB. Pengguna aplikasi Uber terpilih, dapat menikmati perjalanan udara dari Grand Indonesia menuju Halim Perdana Kusuma. (Baca: Jelajahi Langit Jakarta dengan UberChopper)

Juru Bicara Uber Asia Tenggara Karun Arya mengatakan walaupun layanan UberChopper telah menjadi program jangka panjang Uber, namun untuk peluncurannya, tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Mengingat segmentasi pasarnya yang pasti terbatas pada kalangan atas atau eksklusif.

Pada acara UberChopper, pihak Uber menggandeng Premi Air sebagai mitra yang menyewakan helikopter. Sekitar tiga unit helikopter dioperasikan untuk melayani beberapa pengguna aplikasi Uber yang terpilih dan berhak mencoba UberChoppper.

(Baca: Berkesempatan Naik Helikopter, Pengguna Uber: Iseng-Iseng Berhadiah)

Direktur Manajer Premi Air Toni Hadi mengungkapkan kisaran harga sewa helikopter per jam biasanya dia patok seharga empat ribu dolar AS. "Kalau dari Grand Indonesia ke sini (Halim), mungkin setengahnya, sekitar dua ribu dolar," jelasnya ketika hadir pada acara UberChopper di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat (20/11).

Terkait UberChopper yang akan menjadi program jangka panjang Uber, Toni berpendapat, Indonesia pasti memiliki pasarnya. "Kalau harganya tetap bisa dijangkau oleh kalangan menengah ke atas, pasti ada pasarnya," ujarnya.

Namun Toni mengatakan, bila pihaknya dipercaya Uber untuk menjadi pelaksana layanan UberChopper, harga tetap harus dikonsultasikan kembali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement