Selasa 27 Oct 2015 09:53 WIB
Motivasi Keuangan

Berbisnis, Pentingkah Punya Mentor?

Merintis usaha bukan perkara mudah, dibutuhkan sokongan dalam bentuk mentor bagi pebisnis agar berhasil menjalani usahanya.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Merintis usaha bukan perkara mudah, dibutuhkan sokongan dalam bentuk mentor bagi pebisnis agar berhasil menjalani usahanya.

REPUBLIKA.CO.ID, Assalamu’alaikum Wr Wb Salam kenal Bapak Hari ‘Soul’ Putra, Motivator Keuangan Indonesia. Saya ingin bertanya tentang bagaimana idealnya support system dalam sebuah perencanaan bisnis dan keuangan. Siapa saja yang layak untuk dijadikan mentor?

Sekian dan terima kasih

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Iin Puspita, Jakarta

Jawaban WF 19

Salam kenal juga Bu Iin.

Beramal tanpa berilmu akan tertolak nilai amalannya, itu dari sisi spiritual, apalagi bicara dalam sebuah Perencanaan Bisnis dan Keuangan. Bisa Anda bayangkan ketika bicara angka-angka, Anda tidak paham dalam menghitungnya, sementara aktivitas bisnis Anda tidak terlepas dari angka-angka, uang misalnya.

Saya sering mengatakan, bisnis dan keuangan adalah salah satu unsur kehidupan, artinya ketika Anda memahami ilmu bisnis dan keuangan, berarti Anda akan memahami ilmu kehidupan. Jika kehidupan di dunia berarti hubungan kita dengan manusia, untuk memahami manusia, kita perlu ilmu memahami manusia.

Begitupun dengan bisnis dan keuangan, ada sebuah sebuah sistem pembantu (support system) yang bisa membuat seseorang atau lembaga bisa sukses atau tidak. Jika di dunia barat, saat ini lazim dikenal coach atau pelatih, biasanya untuk bidang olahraga.  Sementara di bisnis ada dikenal istilah business coach atau pelatih bisnis.

Pelatih bisnis sering juga kita istilahkan dengan mentor bisnis.

Terkait pertanyaan ibu, berarti dalam sebuah perencanaan bisnis dan keuangan, wajib hukumnya memiliki seorang mentor. Pertanyaan sederhananya, mentor seperti apa?

Tentunya mentor yang memiliki ILMU, agar dalam mengeksekusi sebuah perencanaan bisnis dan keuangan bisa terarah dan bisnis kita bisa berkelanjutan. Mentor yang menjadi support system bagi kesuksesan kita, tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga harus sukses di akhirat.

Berikut 4 kategori mentor sebagai sebuah support system:

1.    Spiritual

Mentor Kehidupan adalah orang-orang yang memberi aturan bagaimana berusaha dalam koridor yang benar, sesuai dengan agama dan keyakinan kita masing-masing. Mereka yang memberikan hikmah dari sebuah hidayah yang Allah SWT titipkan untuk kita.  Ketika kita memiliki masalah sepelik apapun, mereka hadir bukan untuk menyelesaikan masalah kita secara teknis, tetapi memberi cara pandang yang sangat berbeda dari solusi kebiasaan pada umumnya.

Karena pada dasarnya, sebuah masalah adalah cara Allah SWT untuk menguji kita, apakah kita siap naik kelas atau tinggal kelas terus menerus. Mentor kehidupan ini bisa Guru Kehidupan, Mursid, Syaikh, Kyai, Ustadz, Murobbi dll yang kita dengar dan patuhi petuah-petuahnya.

Untuk yang beragama Islam, Mentor Kehidupan ini harus tidak boleh menyimpang dari Al Quran dan As Sunnah, artinya ketika mentor kehidupan sudah menyimpang, berarti siap-siap untuk mencari mentor kehidupan baru.

2.    Sosial

Saya membagi support system secara sosial ini menjadi 4, yakni :

a.    Mentor Bisnis

Mentor bisnis adalah orang lain yang lebih hebat dari kita dari sisi bisnisnya.  Paling tidak mereka menguasai ilmu selling, leadership, accounting dan investing. Sosial berarti cara kita bermuamalah kepada sesama manusia.  dalam hal ini, ketika kita lagi membangun bisnis, carilah mentor bisnis yang lebih hebat dari kita, misalnya sudah punya pengalaman, omzet, produktivitas dan sebagainya yang melebihi bisnis kita.

Kenapa pentingnya memiliki mentor bisnis?

Agar kita memiliki tujuan dan model, paling tidak mendekati mentor bisnis kita tersebut, syukur-syukur kita melebihi dari mereka. Dalam memilih mentor bisnis, yang perlu diperhatikan adalah mereka punya pengalaman dan sangat kita percaya, mampu merumuskan metode suksesnya dan bersedia mengajarkannya kepada kita.

Orang-orang yang pernah mengalami jatuh bangunnya bisnis, akan bisa memberikan sebuah rambu-rambu kepada kita agar tidak jatuh pada lubang yang sama dan mampu bangkit untuk memiliki rasa dan optimisme dalam menjalankan bisnis.

b.    Mentor Sahabat

Mentor Sahabat adalah orang terdekat yang kita sangat percaya dan mereka percaya kepada kita. Ini adalah sahabat dan teman yang sangat kita percayai.

Rasulullah SAW adalah orang yang sangat paham tentang keimanan dan strategi, tetapi beliau tidak berjuang sendiri.  Di sekeliling beliau ada para sahabat, 60-an orang, ada 10 yang terbaik dan 4 yang paling diistimewakan serta 1 orang yang menjadi pendamping beliau kemanapun beliau berada.

Dalam mencari sistem sosial ini, berarti peran seorang sahabat akan menentukan sukses tidaknya kita.  bagaimana cara kita untuk memilih seorang sahabat sejati, jadilah kita orang yang dipercaya terlebih dahulu, Insya Allah beliau akan menghargai dan bersahabat pada kita.

c.    Mentor Tim

Mentor Tim adalah orang kepercayaan kita yang menjadi pembisik positif. Kita juga perlu inner circle (lingkaran dalam) atau orang kepercayaan atau team kita.  Setiap orang tentulah perlu berdiskusi untuk memecahkan masalahnya, berarti dengan siapa dia berdiskusi akan menentukan cara dalam pengambilan keputusan.  Ketika inner circle-nya bagus, berarti akan memberikan saran terbaik.

Mencari mentor seperti ini berarti kita harus tahu kehidupan pribadinya, keluarganya, perilaku sehari-harinya, apakah jujur, loyal dan soleh, baik secara spiritual maupun sosial.

d.    Mentor konsumen

Mentor Konsumen adalah orang yang beli produk atau jasa kita, menggunakan secara terus menerus dan menjadi fanatik terhadap produk atau jasa kita.

Mentor ini adalah ujung tombak pengguna produk atau jasa kita, baik buruknya produk atau jasa kita, merekalah yang bisa menilai secara objektif, karena mereka merasakan value yang kita jual.  Mentor konsumen berarti tempat kita meriset produk atau jasa kita sebelum kita launching untuk umum.    

3.    Keluarga

Mentor Keluarga di sini berarti yang berhubungan darah dengan kita atau mengikatkan darah kepada kita.  artinya mulai dari kakek, nenek, ibu, bapak, suami, istri dan anak-anak kita. Ridho Allah SWT tergantung dari ridho orang tua, jika orang tua kita ridho, Insya Allah jalan terjal nan berliku akan menjadi jalan lapang yang akan mengantarkan kita kesuksesan hakiki.  Selain itu juga yang tidak kalah pentingnya, pasangan kita, baik suami atau istri haruslah menjadi pasangan yang kompak, saling dukung, saling ikhlas dan saling memahami satu sama lain.

Merekalah keluarga kita yang ingin kita kaya, sejahtera dan sukses dunia akhirat, otomatis setiap langkah dan ikhtiar kita akan diiringi doa oleh mereka.

4.    Personal

Mentor Diri (diri kita) adalah karakter sukses kita yang dibangun dari paradigma, kebiasaan hingga menjadi karakter unggulan (Character Excellence).

Ini adalah diri kita, karena penggeraknya adalah diri kita sendiri, tanpa diri kita mau berubah kita tidak akan kemana-mana. Diri kita harus menjadi contoh bagi orang lain.  Di mulai dari mana?

Dari paradigma yang benar tentang PENGENALAN DIRI kita, dilanjutkan dengan kebiasaan yang benar, karakter yang benar, budaya yang benar hingga menjadikan sebuah peradaban yang benar.

Selamat mencari mentor bisnis dan keuangan dalam sebuah support system kehidupan!

Kolom ini diasuh oleh WealthFlow 19 Technology Inc.,Motivation, Financial & Business Advisory (Lembaga Motivasi dan Perencana Keuangan Independen berbasis Sosial-Spiritual Komunitas). Pertanyaan kirim ke email : [email protected]  SMS 0815 1999 4916.

twitter.com/h4r1soulputra
www.p3kcheckup.co

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement