Jumat 23 Oct 2015 11:49 WIB

Drew Barrymore Alami Depresi Pascamelahirkan

Rep: C30/ Red: Indira Rezkisari
Drew Barrymore bersama suaminya Will Kopelman.
Foto: EPA
Drew Barrymore bersama suaminya Will Kopelman.

REPUBLIKA.CO.ID, Artis Drew Barrymore (40) tahun mengalami sindrom pascamelahirkan atau disebut dengan depresi postpartum. Kondisi ini menyerang psikologisnya setelah melahirkan Frankie 18 bulan yang lalu.

Frankie merupakan anak kedua dari pernikahan Drew Barrymore dan Will Kopelman. Sebelumnya mereka dikaruniai anak pertama, Olive (3). Namun pada kelahiran anak pertamanya, Barrymore tidak mengalami kejadian apapun, semua berjalan normal.

Sejak kelahiran anak kedua tersebut, Barrymore mulai paham dengan apa yang dialami oleh teman-teman wanitanya tentang kondisi depresi setelah melahikan. Kondisi di mana seorang ibu baru mengalami gangguan psikis. Akibatnya ia mudah lelah, tidak menikmati hidup, emosi yang membeku, menarik diri dari lingkungan, sulit berkonsentrasi, sulit tidur, cenderung melupakan bayinya, bahkan jika dibiarkan berlanjut akan berakhir dengan jalan kematian.

"Saya tidak mengalami ini saat melahirkan anak pertama dan saat saya mengalaminya, kini saya tahu saya mengerti tentang apa yang banyak dibicarakan mereka," ujar Drew Barrymore, dilansir dari E!, Jumat (23/10).

Barrymore merasa kewalahan yang teramat, tapi dia segera sadar bahwa dia harus kembali mendapatkan alam sadarnya sebagai seorang ibu untuk kedua anaknya, sebagai seorang istri, dan juga untuk pekerjaannya.  "Saya merencanakan hidup seimbang antara keluarga dan pekerjaan, 50:50 tapi ternyata hidup tidak sejalan dengan apa yang kita rencanakan," ujarnya

Meskipun begitu, depresi pascamelahirkan yang berlangsung selama 6 bulan tersebut membuatnya banyak belajar. Di mana Barrymore harus mengambil keputusan untuk menyeimbangkan pekerjaan dan juga keluarganya. Dia juga ingin mengenalkan pada anak-anaknya sedikit demi sedikit, bahwa pekerjaan bukanlah sesuatu yang negatif.

"Saya ingin anakanak melihat pekerjaan menjadi hal yang positif,  namun tetap saja saya harus menempatkan mereka menjadi yang paling utama," ujarnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement