Selasa 13 Oct 2015 09:12 WIB

APFI Sudah Diminta Berpartisipasi di Event Internasional

Peresmian Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) di Jakarta, Senin (12/10).   (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Peresmian Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) di Jakarta, Senin (12/10). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI) memang baru terbentuk. Deklarasi dilakukan pada Senin (12/10) kemarin di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Kendati demikian respons terhadap asosiasi ini sudah ramai. Bahkan sambutan positif datang dari organisasi di luar negeri.

Chand Parwez Servia, salah satu inisiator APFI menjelaskan, dalam waktu dekat APFI telah diminta untuk mengirimkan perwakilan film ke ajang Tokyo International Film Festival.

"Secara khusus kita juga sudah diminta untuk ada perwakilan di ajang festival film Asia Pasific. Bangkok juga minta secara khusus APFI menjadi pendukung," ujar Chand Parwez kemarin.

Karena struktur organisasi belum terbentuk, Parwez mengatakan pihaknya telah menolak secara halus undangan tersebut.

"Tapi mereka tetap minta untuk partisipasi," ujar produser yang telah menelurkan ratusan film layar lebar ini.

APFI merupakan asosiasi yang didirikan tujuh perusahaan film aktif, yakni Starvision, Maxima Pictures, Falcon Pictures, Mahaka Pictures, Soraya Intercine Film, Rapi Film dan Mizan Production.

APFI akan fokus mengembangkan perfilman Indonesia dengan cara meningkatkan kualitas dan kreativitas produksi film nasional.

Hal tersebut dilakukan dengan rencana kerja, diantaranya menyelenggarakan seminar dan simposium dengan asosiasi produser berskala internasional, menciptakan peluang co-production dengan pihak luar serta workshop untuk meningkatkan keterampilan SDM/pekerja film. Juga melakukan riset untuk lebih mengenal penonton film Indonesia.

"Kita ingin jadi agen perubahan kenapa film kita tidak meningkat," ujar Parwez.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement