Senin 31 Aug 2015 09:20 WIB

Pemburu Baju Impor Rasakan Kenaikan Dolar

Rep: MGROL 47/ Red: Indira Rezkisari
Para penggemar pakaian impor layak pakai merasakan pula imbas kenaikan dolar AS pada barang-barang yang biasa mereka beli.
Foto: Antara
Para penggemar pakaian impor layak pakai merasakan pula imbas kenaikan dolar AS pada barang-barang yang biasa mereka beli.

REPUBLIKA.CO.ID, Banyak kalangan menggemari berbelanja baju atau celana impor yang dijual di mal atau pasar sekalipun. Harganya yang relatif miring membuat pakaian impor jadi pilihan, 

Namun, ketika nilai dolar naik dan berdampak pada harga baju bekas apakah berpengaruh kepada Anda sebagai para pembelinya?

Salah satu tempat yang sudah dikenal sebagai pusat pakaian impor adalah Pasar Senen. Di sini banyak terdapat penjaja pakaian impor bekas. Para pembeli ternyata merasakan imbas kenaikan dolar AS. 

Salah seorang pembeli bernama Tere merasakan sedikit kenaikan pada baju-baju dan celana yang dia beli. Untuk harga barang yang eceran masih tetap pada harganya. Setidaknya bagi dia, harganya belum terlalu berubah. 

Tapi, untuk pakaian impor yang masih ada mereknya dan wujudnya masih bagus harganya akan naik Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per potong. Celana juga dirasakannya mengalami kenaikan harga yang lumayan tinggi. 

“Abang pedagangnya bilang harga baju dan celana memang berbeda, baju hanya naik sedikit namun kalau celana setiap hari bisa naik harganya sampe kisaran Rp 100 ribuan," kata Tere. 

Barang-barang seperti baju, celana, jaket dan lain-lainnya itu kebanyakan datang dari Cina, Jepang dan Korea. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement