Rabu 15 Apr 2015 09:57 WIB

Wah, Ada Robot Pembasmi Kuman di Pesawat

Rep: MGROL38/ Red: Winda Destiana Putri
Germfalcon
Foto: Dailymail
Germfalcon

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Pesawat terbang terkenal sebagai tempat berkembang biak bakteri yang menempel pada meja nampan, kursi, maupun selimut.

Hal tersebut wajar mengingat pesawat terbang merupakan transportasi umum yang mengangkut banyak orang dari pelbagai negara setiap waktunya.

Namun suatu perusahaan kini telah menemukan cara dalam membersihkan bakteri-bakteri yang menempel di pesawat, yakni dengan membuat robot yang menggunakan sinar ultraviolet dalam membasmi bakteri E. Coli yang menempel di seluruh kabin. Arthur dan Mo Kreitenberg, sang pembuat robot menamakannya sebagai Germfalcon.

Germfalcon berukuran seperti keranjang minuman, memiliki sensor gerak yang berfungsi untuk menavigasi diri ketika 'berpatroli' serta sayap yang mengandung lampu UV-C, yang biasanya digunakan untuk desinfeksi di tempat-tempat seperti rumah sakit dan pabrik pengolahan air.

Selain sebagai sanitasi, Germfalcon juga dilengkapi dengan filter untuk membersihkan udara serta menyedot partikel debu. Robot ini bekerja ketika pesawat tengah diparkir dan dalam keadaan kosong.

"Menggunakan sinar UV-C, kami telah membuktikan 99,99 persen kuman mati dalam 10 menit tanpa kerusakan atau reaksi dari bahan kabin. Germfalcon diprogram untuk mencapai benda-benda yang paling sering disentuh penumpang serta membunuh semua bakteri itu dengan lampu sanitasi robot," ujar Mo, dilansir Dailymail Rabu (15/4).

Apalagi sebuah studi dari Universitas Auburn di Alabama menyatakan, bakteri tersebut dapat bertahan selama seminggu dalam kabin pesawat, terurama pada permukaan seperti kantong kursi, meja nampan, jendela, dan sandaran lengan. Namun, kabin yang dibersihkan Germfalcon ini mampu bertahan hingga seminggu.

Mo juga mengatakan, 3,5 juta orang yang diharapkan terbang tahun ini berisiko jatuh sakit karena kurangnya kebersihan pesawat. "Tidak ada peraturan atau standar kebersihan untuk kabin penumpang pesawat. Karena itu, mereka rentan terkena pilek, flu, atau infeksi yang lebih serius," tambahnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement