Kamis 26 Feb 2015 20:09 WIB

Buka Pekan Mode, Menpar Arief Pakai Sarung Motif Bali

Rep: MG02/ Red: Winda Destiana Putri
(dari kiri) Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) Triawan Munaf, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Sekjen Kemenkop UKM Agus Muharam, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat pembukaan Indonesia Fa
Foto: Republika/Prayogi
(dari kiri) Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) Triawan Munaf, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Sekjen Kemenkop UKM Agus Muharam, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat pembukaan Indonesia Fa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata, Arif Yahya membuka pekan mode tahunan terbesar di Indonesia, Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 pada Kamis (26/2).

Tampilan Arif dalam acara pembukaan tersebut cukup menarik perhatian, dia mengenakan atasan dan sarong dengan motif Endek asal Bali.

Selain dibalut dengan kain motif Endek Balik, keseluruhan tampilan Arif hari itu didominasi oleh warna merah. Menurutnya, warna merah dipilih karena masih berdekatan dengan hari raya Imlek yang baru saja lakasanakan pada Kamis (19/2) lalu.

"Warna merah-merah ini menandakan hari raya Imlek," ujar Arif disela-sela konferensi pers pembukaan IFW 2015 di Jakarta, Kamis (26/2).

Kemudian motif tenun Endek Bali dipilih karena Bali merupakan daerah tempat tujuan utama wisata di Indonesia. Sehingga, kata dia, sebagai Menteri Pariwisata, Arif ingin mengapresiasi pencapaian Bali.

"Jadi saya sesuaikan saja dengan jabatan jadi pilihannya Bali," kata Arif.

Menurut Arif, saat ini Bali menyumbangkan sekitar 3,7 juta wisatawan. Dengan jumlah sebesar itu, maka setara dengan 40 persen jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia.

Sebelumnya, Arif Yahya membuka pekan mode terbesar di Indonesia bersama dua menteri lain, yaitu Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Menteri Perindustian Saleh Husain. Acara pembukaan yang di gelar di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) turut dihadiri pula oleh Sekertaris Jendral Kementerian Koperasi Usaha Mikro dan Menengah, Agus Muharam dan Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement