Ahad 26 Oct 2014 16:57 WIB

PKS Dukung Pengembangan Seni Pementasan

Salah satu adegan dalam pementasan Teater
Foto: dok.Dudi Iskandar
Salah satu adegan dalam pementasan Teater "Penghuni Kapal Selam" Tetaer Kanvas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengembangan seni dan budaya menjadi perhatian serius Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua Bidang Seni Budaya (Kabid. Senbud) DPP PKS, Yudi Widiana Adiaseni dan budaya yang mendidik dan mengajarkan karakter positif dari nilai-nilai budaya bangsa.

Sebagai tindaklanjutnya, PKS mengadakan kerja sama dengan Teater Kanvas. Selanjutnya, selama tiga hari berturut-turut, Selasa-Kamis (21-23/10) digelar pementasan teater bertajuk "Penghuni Kapal Selam". di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Selama tiga malam penyelenggaraan, tidak kurang dari 1.500 pengunjung yang hadir menyaksikan dan didominasi anak-anak muda.

“Ketika teman-teman dari Teater Kanvas datang menawarkan kerja sama, kami sambut baik dan dukung karena ini merupakan sesuatu yang positif,” ujar Yudi di Jakarta, dalam siaran persnya yang diterima ROL, Ahad  (24/10).

Yudi menngungkapkan, tidak menutup kemungkinan jika kerja sama serupa juga dilakukan di daerah-daerah. Melihat antusiasme publik yang besar, lanjut Yudi, bisa saja “Penghuni Kapal Selam” berkeliling nusantara menghibur sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif bagi masyarakat di daerah.

Sementara itu, tokoh masyarakat Jakarta, Abdi Sumaithi yang akrab dipanggil Abu Ridho mengatakan, jalur seni budaya termasuk pementasan teater merupakan sarana yang tepat menyampaikan pesan-pesan dakwah tanpa harus menggurui. Pesan-pesan dakwah bisa disampaikan secara jelas maupun secara simbolis melalui peran-peran teatrikal.

Menurut Abu Ridho, pesan-pesan moral yang disampaikan “Penghuni Kapal Selam” selayaknya dinikmati tidak hanya masyarakat Jakarta. Teater Kanvas melalui pementasan kali ini, mengajak masyarakat merenung dan berpikir tentang kehidupan, kebenaran namun juga tentang kegelisahan

dan  kegetiran. Pentas teater bisa menjadi kritik terhadap penguasa, bahkan bisa menjadi perlawanan terhadap kezaliman.

"Pentas teater juga bisa menjadi sarana otokritik bagi aktivis dakwah dan organisasi dakwah. Menggugah kesadaran dan semangat berbenah diri agar selalu istiqamah dan tegar di jalan dakwah," imbuhnya.

Abu Ridho berharap "Penghuni Kapal Selam" bukan karya terakhir Teater Kanvas ataupun teater-teater lainnya yang mengusung nilai-nilai dakwah. "Insya Allah akan menjadi semakin syumuliyah dengan kemunculan seni dan budaya dalam pentas dakwah," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement