Jumat 19 Sep 2014 14:00 WIB

Pameran Seni Keramik Kontemporer Kembali Digelar

Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya (EKSB) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ahman Sya (Tengah) saat jumpa pers
Foto: Puskompublik Kemenparekraf
Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya (EKSB) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ahman Sya (Tengah) saat jumpa pers "The Third Jakarta Contemporary Ceramics Biennale (JCCB#3)" di Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pameran seni keramik kontemporer "The Third Jakarta Contemporary Ceramics Biennale (JCCB#3)" akan digelar. 

72 peserta yang terdiri dari 42 seniman Indonesia dan 30 seniman mancanegara bakal memamerkan karya seni keramik terbaik mereka dalam acara yang digelar di Galeri Nasional Indonesia mulai 23 September hingga 13 Oktober mendatang. 

Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya (EKSB) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ahman Sya mengatakan, pihaknya mendukung penuh terselenggaranya acara ini. Ia berharap pameran memberi ruang kepada seniman, khususnya bidang keramik untuk lebih dikenal masyarakat. 

"Selain itu juga, acara ini diharapkan dapat memberi stimulus munculnya pemikiran dan pemahaman baru terhadap dunia seni rupa kontemporer dan praktisi seni keramik," ujar Ahman Sya dalam jumpa pers JCCB#3, Kamis (18/9). 

 

Dia mengatakan, di kalangan internasional seni keramik Asia telah mendapat pengakuan. Begitu juga dengan interaksi di antara seniman keramik yang semakin intens seiring dengan kemudahan informasi dan komunikasi, sehingga mereka semakin sadar bagaimana berhadapan dengan medan sosial (kapital) seni rupa saat ini, baik dalam konteks lokal, regional maupun internasional.

"Semoga acara ini juga dapat memunculkan nama Indonesia dalam dunia perkeramikan dunia," kata dia. 

Sementara Asmudjo J Irianto selaku kurator bersama Rifky Effendi mengatakan, JCCB#3 dikemas berbeda dengan dua biennale sebelumnya. Kali ini karya-karya diklasifikasi dalam empat bagian, yakni seni (art), desain, kriya (craft) dan tradisi.

Selama pameran berlangsung juga digelar acara seminar/simposium internasional, workshop, serta artis talk. 

Adapun peserta internasional datang dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, Wales, Argentina, Australia, Belanda, Romania, Norwegia, Swiss, Slovinia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Korea, Taiwan, RRT, serta India. 

"Jadi bisa dibilang skala dari biennale ini adalah internasional," ujarnya. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement