Selasa 09 Sep 2014 11:26 WIB

Kemegahan Artistik dan Tarian Jawa Klasik di Pergelaran 'Mahabandhana'

Salah satu bagian dari 'Wayang Wong Mahabandhana'
Salah satu bagian dari 'Wayang Wong Mahabandhana'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seniman tari Eny Sulistyowati menggelar pergelaran Wayang Wong (Wayang Orang) terbarunya bertajuk "Mahabandhana". Gelaran ini akan dihelat di Gedung Kesenian Jakarta pada 3 Oktober mendatang. 

Kepada wartawan di kantornya, Senin (8/9) kemarin, Eny mengatakan akan menonjolkan kemegahan artistik dan tarian Jawa klasik yang merepresentasikan karya adiluhung penuh simbol dan makna. 

“Wayang Wong (Wayang Orang) Mahabandhana digarap secara kreatif. Dengan tetap mempertahankan keaslian 'wayang wong' yang bersumber pada keaslian pertunjukan 'wayang wong' istana Mangkunegaran. Namun kami kembangkan dalam konteks kekinian," kata Eny. 

Pengembangan ke konteks kekinian itu, kata Eny, diterapkan baik pada garap sanggit, iringan musik, tata rias juga busana klasik. 

Dalam pementasannya, Eny melibatkan tak kurang dari 150 seniman tradisi dari Surakarta, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta. Termasuk di dalamnya Agus Prasetyo sebagai sutradara dan Dedek Wahyudi sebagai komposer. 

"Pementasan Mahabandhana juga melibatkan para seniman dari grup Wayang Wong Sriwedari dari Surakarta. Sebuah grup kesenian tradisionil legendaris yang sudah ada sejak tahun 1910," ujarnya. 

Eny berharap pergelaran ini berkontribusi bagi pelestarian seni budaya adiluhung bangsa Indonesia. Memberi pencerahan hidup melalui seni budaya. Mengajak generasi muda sebagai penerus bangsa supaya mencintai kekayaan budaya negeri sendiri. 

“Dan tentunya dapat membangun kreativitas dan memberikan wadah bagi seniman untuk senantiasa berkarya. Mengembalikan kaidah pertunjukan wayang orang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tatanan, dan tuntunan,” kata produser yang juga bertindak sebagai aktris dalam pementasan ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement