Senin 23 Jun 2014 04:40 WIB

Ekstremis Anti-Muslim Ancam Bakar Bioskop

Rep: C74/ Red: Citra Listya Rini
Bioskop
Foto: blogspot.com
Bioskop

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Ekstremis Buddha di Myanmar mengancam akan membakar bioskop  yang menayangkan sebuah film dokumenter tentang dua orang teman terjebak dalam kekerasan anti-Muslim. Film-dokumenter tersebut rencananya akan ditayangkan pada sebuah Festival Film Hak Asasi Manusia di Myanmar, Senin (23/6). 

Setelah mendapat ancaman dari internet dan panggilan telepon para pemilik bioskop, sebuah festival film HAM terpaksa membatalkan pemutaran film dokumenter. Film dokumenter yang berjudul 'The Open Sk' akhirnya dibatalkan tayang.

Film tersebut mengikuti kehidupan seorang Buddhis dan seorang wanita Muslim dalam bentrokan di pusat kota Meiktila tahun lalu. Kekerasan terjadi di pusat kota Meiktila. Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 40 orang dan mengakibatkan ribuan mengungsi. Sebagian besar korban dalam peristiwa tersebut adalah umat Islam.

Film dokumenter ini rencananya akan ditampilkan  bersama puluhan film mengenai Hak Asiasi Manusia lainnya. Pada acara Human Rights Human Dignity International Film Festival, di Yangon, bekas ibu kota Myanmar.

Mon Mon Myat, salah seorang panitia seperti dilansir dari halaman Anadolu Agency mengatakan pada ahad (22/6) waktu setempat para ekstrimis sudah mengancam memulai kerusuhan lain di Meiktila jika penayangan dilangsungkan. 

Myat menambahkan dua bioskop yang terlibat dalam festival itu menolak menayangkan film 'The Open Sky' setelah mendapatkan ancaman. “Kami tidak ingin menjadi kambing hitam atas kerusuhan lainnya,” katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement