Jumat 10 Jan 2014 04:51 WIB

Roy Suryo: Gelar Puro Pakualaman Bukan Diperjualbelikan

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Julkifli Marbun
Roy Suryo
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Roy Suryo

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA- Sebanyak 87 orang mendapat gelar dan kenaikan pangkat dari KGPAA Paku Alam IX, di Pendopo Puro Pakualaman, Yogyakarta, Kamis (9/1).

Gelar tersebut diberikan bersamaan dengan Tingalan Dalem KGPAA ke -78 Tahun Jawi. Menurut Ketua Paguyuban Trah 'Hudyana' Yogyakarta KPH Kusumoparastho, mereka yang mendapat gelar tersebut ada yang dari luar yakni merupakan paringan dalem (red. pemberian dari Paku Alam IX) dan ada yang dalam (red. mempunyai hubungan darah).

Mereka yang berasal dari luar misalnya Menteri Perdagangan Gita Wiryawan yang mendapat gelar Bupati Sepuh KRT  Djojonegoro, sedangkan yang dari dalam misalnya Roy Suryo yang mendapat gelar Bupati Sepuh KRMT  Suryo Notodiprojo.

Menurut Roy Suryo,  pemberian gelar Gita Wiryawan atas usulah Trah Hudyana Jakarta. "Saya hanya diminta pendapatnya sudah beberapa waktu lalu dan saya apresiasi bila Puro Pakualaman akan memberi gelar Kanjeng Raden Tumenggung Djojonegoro," kata dia.

Menteri Pemuda dan Oahraga ini mengatakan Puro Pakualaman sama dengan Kraton Yogyakarta tidak akan pernah memberikan gelar tanpa ada petimbangan dan gelar yang diberikan bukan diperjualbelikan.

Roy Suryo maupun Kusumo Parastho mengaku pemberian gelar Gita Wiryawan tak ada hubungan dengan pencapresan Gita Wiryawan. Meskipun demikian, mereka mengatakan Puro Pakualaman mendukung semua calon presiden.

Roy Suryo mengaku dengan naiknya pangkat dan pemberian gelar menjadi Bupati Sepuh tanggungjawab lebih besar. "Insya Allah saya selalu ikut tiap upacara untuk melestarikan buday dan tradisi di Puro Pakulaman. Saya tidak hanya meneruskan tradisi di Yogya saja, melainkan juga memperkenalkan budaya Pakualaman di Jakarta, baru-baru ini saya jadi Manggoloyudo di Jakarta," jelas dia.

Dengan pemberian gelar kepada, kata dia menambahkan,  sebagai Bupati Sepuh  KRMT Suryo Notodiprojo bersama KRT Djojonegoro (red. Gita Wiryawan) akan mendampingi KGPAA Paku Alam IX untuk terus memperkokoh kebudayaan di Puro Pakualaman, pemurnian dan pelestarian aset-aset naskah di Puro Pakualaman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement