Rabu 04 Dec 2013 09:41 WIB

Indonesia Harus Jadi Negara yang 'Tourist Friendly'

Wisatawan mancanegara bermain bersama anaknya di pantai Seminyak, Bali, Kamis (28/2).
Foto: Antara
Wisatawan mancanegara bermain bersama anaknya di pantai Seminyak, Bali, Kamis (28/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski tahun depan merupakan tahun politik, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yakin hal tersebut tidak berdampak pada dunia pariwisata. Bahkan target wisatawan mancanegara (wisman) di tahun depan naik menjadi 9,1 juta orang.

"9,1 juta wisatawan itu angka yang moderat," kata Mari Elka Pangestu dalam pemaparan soal kinerja pariwisata Indonesia, Selasa (3/11), di Jakarta.

Dengan segala perbaikan yang ada, Mari optimistis angka itu bisa terwujud. Untuk itu Indonesia harus menjadi negara yang tourist friendly. Mulai dari perbaikan infrastruktur serta produk wisata yang disempurnakan.

"Kita juga dorong 16 destinasi utama kita, visa on arrival yang disempurnakan. Semua pihak terkait terlibat dalam pembahasan ini," kata Mari.

Pemerintah sendiri masih membidik wisatawan asal Cina (RRT) sebagai target utama. Wisatawan asal RRT, sebut Marie, merupakan pasar utama pariwisata Indonesia yang setiap tahunnya tumbuh pesat (double digit) dan memberikan kontribusi cukup besar terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

"Khusus Cina, tahun ini sampai bulan Oktober, wisatawan yang masuk mencapai 635 ribu. Target kita tahun ini 750 ribu wisatawan. Dan tahun depan kita targetkan 1 juta wisatawan," sebut Marie.

Untuk itu, ujar Mari, berbagai bentuk promosi telah dilakukan di Cina. Pada 8-10 November lalu misalnya, diselenggarakan acara Wonderful Indonesia yang dilaksanakan di Fuqing.

Pemerintah juga telah meluncurkan website dalam bahasa mandarin yang berisi segala informasi tentang pariwisata Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement