Kamis 28 Nov 2013 12:58 WIB

Aji Gelar Nonton Bareng 'Working Class Heroes'

Hitung gaji dengan cermat/ilustrasi
Foto: shutterstock
Hitung gaji dengan cermat/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung bekerja sama dengan "Federatie Nederlandse Vakbeweging (FNV) Mondiaal" menggelar nonton bareng film "Working Class Heroes" pada Jumat (29/11) pukul 14.30 WIB di gedung D lantai 2 Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila).

Koordinator nonton bareng Film Working Class Heroes, Tri Purna Jaya di Bandarlampung, Kamis, mengatakan, film tersebut mampu memberikan gambaran bagaimana kondisi pekerja di negara berkembang.

"Pembuat film mampu memberikan gambaran utuh. Film tidak hanya memberikan gambaran kondisi pekerja pada satu sisi saja. Tetapi, perusahaan juga diberikan tempat untuk memberikan komentar," katanya.

Pertumbuhan ekonomi negara berkembang merupakan magnet tersendiri bagi perusahaan-perusahaan besar untuk menanamkan investasi. Perusahaan bertaraf nasional dan internasional menjamur.

"Dampaknya, perekrutan pekerja secara besar-besaran pun terjadi. Sayangnya, hal tersebut kerap tidak diimbangi dengan pengupahan yang layak. Jaminan-jaminan yang semestinya diberikan pekerja pun banyak yang tidak terpenuhi. Kondisi tersebut akhirnya menjadi sebuah dilema bagi pekerja. Ada lapangan pekerjaan yang tersedia tetapi hak dan kewajiban yang diterima tidak berimbang," ujar Tri pula.

Huub Ruijgrok dan Arno van Beest dari World Report mendokumentasikan dilema pekerja tersebut dalam sebuah film dokumenter berjudul Working Class Heroes.

Pengambilan gambar film dokumenter itu mengambil lokasi di Indonesia dan Kolombia.

Film berdurasi 60 menit tersebut menggunakan bahasa Belanda, Indonesia, Inggris, dan Spanyol. Walau begitu, terjemahan bahasa disesuaikan dengan bahasa negara tempat film diputar.

"Diskusi pembahasan film menghadirkan Iwan Satriawan akademisi Unila dan Aman Sentosa Federasi Serikat Buruh Lampung, FSBL," kata Tri lagi.

Kegiatan tersebut juga bekerja sama dengan Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM), Komunitas Konstitusi, dan Aliansi Pers Mahasiswa (APM) Lampung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement