Ahad 17 Nov 2013 15:17 WIB

Maher Zain akan Hadir di Simposium Moslem Entrepreneurship

Rep: heri purwata/ Red: Damanhuri Zuhri
Maher Zein, penyanyi soul dan R&B Islami dalam konferensi Membangkitkan Spirit Islam pada tahun lalu
Foto: Reviving the Islamic Spirit, Photo Handout
Maher Zein, penyanyi soul dan R&B Islami dalam konferensi Membangkitkan Spirit Islam pada tahun lalu

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA –  Penyanyi lagu-lagu Islami asal Swedia, Maher Zain dijadwalkan akan hadir pada Simposium Moslem Entrepreneurship yang digelar Universitas Islam Indonesia (UII) dan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII Yogyakarta.

Dalam simposium yang akan digelar di Kampus UII Terpadu Jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta ini, Maher Zain tidak menyanyi, namun akan berbicara tentang entrepreneur bagi mahasiswa.

Dijelaskan Rektor UII Yogyakarta, Edy Suandi Hamid, sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, tetapi mereka belum memahami sepenuhnya tata cara atau bisnis secara Islami.

Semangat dan minat umat Islam Indonesia untuk menekuni entrepreneur yang menerapkan nilai serta etika bisnis Islam masih tergolong rendah. Padahal di dunia Barat yang notabene Islam sebagai minoritas telah banyak menerapkan lembaga keuangan berbasis syariah.

Karena itu, Edy mendorong kepada mahasiswa UII untuk menjadi entrepreneur muda yang menerapkan tata cara atau bisnis secara Islami.

“Kehadiran Maher Zain ini dimaksudkan untuk menarik kalanangan muda untuk hadir dan belajar tentang dunia entrepreneur,” kata Edy kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (16/11).

UII, kata Edy, tidak hanya ingin mencetak alumni yang siap bekerja di sektor profesional dan perusahaan tetapi juga ingin mencetak alumni yang berani menjadi entrepreneur muda dan sukses.

Salah satu upayanya, setiap mahasiswa Strata Satu diwajibkan untuk menempuh kuliah kewirausahaan dengan bobot dua satuan kredit semester (SKS).

Sedang implementasinya, UII menggandeng PT Bank Mandiri dan PT Pegadaian untuk menggelar kompetisi bisnis plan dan pemenangnya mendapat pembiayaan dari kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, juga mendorong mahasiswa untuk mengikuti program kreativitas mahasiswa kewirausahaan (PKM-K) yang difasilitasi Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Hasilnya, banyak alumni UII yang  sukses berwirausaha setelah lulus,” tandas Edy.

Adanya simposium moslem entrepreneur ini diharapkan bisa memberikan wawasan bagi mahasiswa dan masyarakat bahwa terjun di dunia entrepreneur merupakan peluang yang menjanjikan dan dianjurkan dalam agama Islam. “Saat ini,  harus diakui perekonomian umat Islam masih relative tertinggal dibandingkan dengan umat lain,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement