Ahad 28 Jul 2013 03:56 WIB

Nenek Berusia 99 Tahun Menjadi Warga AS

Rep: Stevie Maradona / Red: M Irwan Ariefyanto
Khatoun Khoykani, warga Iran berusia 99 tahun yang menjadi warga negara AS
Foto: CBS
Khatoun Khoykani, warga Iran berusia 99 tahun yang menjadi warga negara AS

REPUBLIKA.CO.ID,LOS ANGELES -- Nenek Khatoun Khoykani (99 tahun) jadi sorotan di Amerika Serikat (AS). Perempuan kelahiran Iran ini akhirnya resmi menjadi warga negara AS setelah menunggu 15 tahun. Khoykani pegang rekor sebagai warga negara naturalisasi terbaru yang tertua tahun ini.

Upacara pengucapan sumpah setia kepada negara AS berlangsung di Los Angeles Convention Center. Khoykani datang dengan kursi roda. Ia mengenakan baju hangat warna hijau. Matanya tampak gembira. Kulitnya sudah berkeriput. Namun tangannya dengan tegar sanggup memegang bendera kecil AS dan mengibar-kibarkannya. "Saya sangat bahagia. Saya tak sanggup mengatakannya," kata Khoykani dalam bahasa Parsi, ketika diwawancara. Sebelum Nenek Khatoun ini, rekor warga negara tertua dari naturalisasi adalah 95 tahun. Ini menurut Claire Nicholson, petugas dari otoritas Imigrasi dan Kewarganegaraan AS setempat.

Secara keseluruhan, masih ada yang lebih tua dari Nenek Khoykani saat naturalisasi. Selama 50 tahun terakhir, sudah 27 orang yang berusia di atas 100 tahun ketika sumpah naturalisasi mereka ucapkan. Yang tertua, menurut otoritas itu adalah Manik Bokchalian, warga Turki, yang ketika menjadi warga AS berusia 117 tahun!

"Kami harus menyambut baik semangat Khoykani. Ini sangat menggembirakan. Tidak banyak orang seperti dia," kata Claire. Turut hadir di dalam upacara itu adalah puteri Khoykani, Clara Khacadurian. Ia mengatakan, ibunya selalu ingin menjadi penduduk AS.

"Ibu ingin jadi warga AS sedari kecil. Ketika itu, kakeknya selalu bercerita tentang Amerika," kata Clara membuka kisah. Khoykani datang ke AS pada 1998 dengan tiga anaknya. Ia meninggalkan suaminya di Iran.

Saat usianya 93 tahun, suami Khoykani terkena kanker otak sehingga ia harus kembali merawatnya di Iran. Ketika suaminya meninggal dunia pada 2009, barulah Khoykani bisa kembali ke Los Angeles. Namun, pemerintah AS menolak pemulihan kembali kartu hijau (green card) Khoykani karena sudah lebih di luar negeri dari enam bulan.

Clara harus menjemput ibunya ke Iran dan menyelesaikan birokrasi berbelit agar dapat memboyongnya ke AS. Khoykani, setelah upacara naturalisasi itu akhirnya meneteskan air mata. Tubuhnya terlihat gemetar. "Saya senang sekali. Tidak ada tempat seperti ini di seluruh dunia," katanya.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement