Ahad 28 Jul 2013 20:35 WIB

Tak Hanya Mengusung Jazz, Band ini Menyebutnya Organic Music

Red:
Maliq & D'Essentials
Foto: jazztraffic.com
Maliq & D'Essentials

REPUBLIKA.CO.ID, -- Bagi para pecinta music jazz tanah air, pasti sudah tidak asing lagi dengan band Maliq & D’Essentials. Sejak penampilannya yang menawan pada pergelaran Jakarta International Jazz Festival 2005 lalu, popularitas band asal Jakarta  ini semakin meningkat terutama di kalangan anak muda Jakarta.

Perpaduan lirik bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam lagu-lagunya menjadi salah satu ciri khas andalan band ini. Alunan musik yang dimainkan pun tidak melulu terkesan galau dan melankolis walaupun sebagian besar masih mengusung tema percintaan.

 

 

Hingga saat ini, Maliq & D’Essentials sudah mengeluarkan total 5 full album termasuk  1st dan Free Your Mind (yang masing-masing telah dibuatkan versi repackagenya), Mata Hati Telinga, The Beginning of a Beautiful Life dan yang terakhir berjudul Sriwedari.

Maliq & D’Essentials pertama kali dibentuk pada 15 Mei 2002 dengan beranggotakan 9 personel. Perjalanan karir mereka sebagai musisi diawali dengan menjadi band café di sebuah pub kecil dalam hotel berbintang lima di Jakarta. Jenis aliran musik yang mereka mainkan saat itu belum terlalu umum di telinga kalangan anak muda. Kini setelah lebih 10 tahun berdiri, mereka semakin kompak meski hanya tersisa 6 personel saja yaitu Angga Puradireja (Vokal), Indah (Vokal), Ilman (Keyboard & Piano), Jawa (Bass), Lale (Gitar) dan Widi (Drum).

 

 

Kata “Maliq” sendiri merupakan sebuah konsep dan kependekan dari Music And Live Instrument Quality yang pertama kali digagas oleh Angga dan Widi yang juga merangkap sebagai produser, komposer, music arranger dan song writer. Lalu istilah D’Essentials hanya ditujukan sebagai pendukung dari konsep Maliq yang mengacu kepada personel-personel yang lain. Kini istilah Maliq & D’Essentials telah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan walaupun masaih banyak orang yang sering salah menyebutkan dengan benar nama grup musik ini.

Sangat mudah menebak bahwa Maliq n D’Essentials berjalan di genre jazz. Hal ini disebabkan karena debut awal mereka di panggung Java Jazz Festival 2005. Panggung yang membuat Maliq & D’Essentials dikenal masyarakat lebih luas lagi. Namun, jarang diketahui bahwa musik yang mereka usung bukan sekedar Jazz saja, melainkan juga perpaduan antara berbagai macam genre musik seperti soul, funk, rock, blues dan lain-lain. Mereka menyebutnya Organic Music agar lebih mudah dibedakan dengan Jazz.

 

 

Tahun 2004 lalu, Maliq & D’Essentials merilis album perdananya, 1st Maliq & D’Essentials dengan hit singlenya “Terdiam” dan diikuti oleh beberapa single lainnya seperti Untitled, Sampai Kapan dan Kangen. Setahun kemudian, album edisi Repackaged dirilis dengan hit singlenya yang berjudul “The One”. Album 1st memberikan kontribusi penjualan keping CD yang fantastis. Sayang, di saat yang bersamaan, Dimi, salah satu vokalisnya memutuskan keluar dari band untuk bersolo karir.

Hit single album terbaru Sriwedari (2013 ) berjudul Setapak Sriwedari sangat diapresiasi masyarakat tanah air karena music style yang begitu manis dan bergaya vintage. Akhir bulan Juni lalu, Maliq & D’Essentials kembali merilis single kedua mereka berjudul Drama Romantika. Dalam lagu ini, mereka  menjajal gaya lain yang berbeda dalam lagu ini namun tetap mempertahankan karakter kuat khas Maliq n D’ Essentials.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement