Rabu 24 Apr 2013 10:36 WIB

Artis Cina Galang Bantuan untuk Korban Gempa Sichuan

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Hazliansyah
 Warga duduk di samping reruntuhan rumah yang hancur akibat gempa bumi di Longmen Township, Lushan County, Ya'an, provinsi Sichuan,Cina, Sabtu (20/4).
Foto: AP
Warga duduk di samping reruntuhan rumah yang hancur akibat gempa bumi di Longmen Township, Lushan County, Ya'an, provinsi Sichuan,Cina, Sabtu (20/4).

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Gempa berkekuatan 7,0 skala ritchter melanda Ya'an di Provinsi Sinchuan, Cina pada 20 April lalu. Jumlah korban tewas telah mencapai 179 orang dan lebih dari 6.700 orang terluka. Ribuan rumah hancur dan masyarakat menghabiskan hari-hari mereka di tempat penampungan sementara.

Seniman dari Cina Daratan, Hong Kong, dan Taiwan tergugah hatinya untuk membantu korban dan keluarganya. Selain mengirimkan doa, mereka juga menyumbangkan sebagian uangnya melalui organisasi kemanusiaan penanggulangan bencana.

Huang Xiaoming misalnya, memiliki basis penggemar yang kuat di Provinsi Sinchuan.

"Aku begitu khawatir mendengar berita gempa itu. Aku memiliki banyak penggemar di sana. Aku ingat, setelah gempa 12 Mei 2008, aku pergi ke sana dan mengadopsi sepasang panda kembar yang kunamakan Ping Ping dan An. Aku berdoa semoga kalian semua di sana baik-baik saja," ujarnya, dilansir dari Oriental Daily, Rabu (24/4).

Xiaoming menyumbang 200 ribu renmimbi dan masih akan meningkatkan jumlahnya sesuai kebutuhan masyarakat di sana. Xiaoming pun menimbau kepada lembaga kemanusiaan yang masih membutuhkan bantuan dana untuk menghubunginya langsung.

Artis lain yang juga ikut menyumbang untuk bantuan gempa Sinchuan adalah Li Bingbing yang memberikan 200 ribu renmimbi melalui Jet Li Foundation.

"Melihat foto-foto dari peristiwa gempa itu, aku begitu sedih dan cemas," ujarnya.

Vicki Zhao juga menyumbangkan 500 ribu renmimbi, Sally Jing 300 ribu renmimbi, Cecilia Chung dan dua temannya memberikan 300 ribu renmimbi, serta Enlight Media Group mendonasikan satu juta renmimbi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement