Kamis 03 Jan 2013 12:57 WIB

Tidak Grogi Bicara di Depan Umum, Begini Jurusnya (2)

Rep: Setyanavidita/ Red: Endah Hapsari
Presiden AS Barack Obama termasuk sosok yang piawai berbicara di depan umum dengan teknik yang menarik
Foto: AP Photo/Chris Carlson
Presiden AS Barack Obama termasuk sosok yang piawai berbicara di depan umum dengan teknik yang menarik

REPUBLIKA.CO.ID, Bicara di depan orang banyak tentu gampang-gampang susah. Gampang dibayangkan, tapi tiba-tiba susah kalau sudah sampai waktunya tampil. Mulai dari gugup, takut salah bicara, sampai lupa apa yang tadi mau dibicarakan kerap menjadi bayangan horor yang membuat orang takut bicara di depan umum.

Menurut Erwin Parengkuan, kunci utama kalau kita ingin sukses tampil di depan banyak orang adalah melakukan persiapan matang. Mulai dari ice breaking, pembukaan, penyampaian materi, sampai akhirnya penutupan.

Adakah tips yang bisa kita lakukan agar orang terus tertarik dengan materi yang kita sampaikan?

Presentasi kan memang biasanya dilakukan dalam satu periode waktu tertentu. Tentu perlu trik agar orang yang menjadi audiens tetap fokus dan tertarik pada materi yang kita sampaikan.

Agar orang tidak bosan, kita bisa mainkan intonasi suara. Perhatikan juga kejelasan artikulasi. Kemudian kelengkapan data atau materi, dan yang tidak boleh terlupa adalah bahasa tubuh yang baik. Usahakan bahasa tubuh kita jangan sampai kaku, ciptakan interaksi yang baik dengan pendengar dan biarkan presentasi berjalan mengalir saja.

Kembali lagi, relevansi materi yang kita sampaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan pendengar sangat perlu diperhatikan. Kalau pendengar merasa apa yang kita sampaikan itu penting atau akan berguna bagi mereka, otomatis fokus perhatian akan terus diberikan sampai akhir.

Seberapa penting ice breaking di awal sesi bicara?

Penting banget. Ice breaking itu dapat berfungsi juga untuk menciptakan keterkaitan antara kita dan orang-orang yang akan mendengarkan materi yang disampaikan. Tak perlu pusing memikirkan seperti apa teknik ice breaking yang akan kita terapkan.

Dalam hal ini, kita bisa belajar dari Presiden Barack Obama ketika akan menyampaikan pidatonya di Indonesia, beberapa waktu lalu. Beliau bicara tentang nasi goreng dan sate, karena memang siapa sih orang Indonesia yang tidak tahu atau belum pernah makan sate atau nasi goreng?

Kalimat pembuka itu pun seakan menjadi magnet yang membuat penonton terkesan dan merasa memiliki keterkaitan dengan orang yang bicara di hadapan mereka. Kalau sudah begitu, kesempatan bicara di depan umum biasanya akan terasa lebih ringan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement