Rabu 05 Dec 2012 07:22 WIB

AS Temukan Lampu Plastik Pengganti Neon

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Fernan Rahadi
Lampu neon (ilustrasi)
Foto: blogspot.com
Lampu neon (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) tengah bergiat menghasilkan sumber-sumber energi terbarukan pengganti energi fosil. Setelah sukses menemukan shale gas, kini giliran lampu berbahan baku plastik yang menghasilkan terang setara lampu neon.

Lampu plastik ini lebih efisien menghasilkan cahaya dibandingkan lampu halogen (flicker free). Para ilmuwan di AS berencana mulai memproduksinya secara masal tahun depan. Lampu plastik ini disebut lampu berteknologi field induced polymer electroluminescent (Fipel).

Penemu lampu fipel, Dr David Varroll, adalah seorang profesor fisika dari Universitas Wake Forest di North Carolina. Menurutnya, sumber pencahayaan plastik ini dapat dibuat menjadi bentuk apapun, dan menghasilkan kualitas cahaya yang lebih baik dibandingkan lampu neon yang populer beberapa tahun terakhir.

"Lampu ini juga memiliki warna putih sedikit kebiruan. Aku juga bisa memberikannya warna apapun, tak hanya putih," ujar Carroll, dikutip dari BBC, Rabu (5/12).

Perangkat lampu fipel sangat cocok dengan spektrum matahari. Sehingga, tak sama seperti beberapa jenis lampu neon lainnya yang membuat seseorang sakit kepala jika melihat cahanya langsung.

Beberapa tahun terakhir, gedung-gedung besar di dunia populer menggunakan lampu light emitting dioda (LED). Sebelum lampu fipel ini ditemukan, lampu LED menjadi lampu paling efisien yang ditemukan.

Lampu fipel, kata Carroll, tidak mengandung merkuri, bahan kimia kaustik, dan tak berbahaya sebab terbuat dari bahan nonkaca. Carroll mengembangkan penemuan lampu ini selama satu dekade. Ia yakin produksi lampu ini tahun depan akan sukses di pasaran.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement