Rabu 14 Mar 2012 20:53 WIB

Keren! Kampung Penenun Samarinda Jadi Percontohan Nasional

Perajin tenun Sarung Samarinda
Foto: othervision.wordpress.com
Perajin tenun Sarung Samarinda

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA - Penenun di Gang Karya Muharam, Kelurahan Masjid dan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kaltim kini boleh berbangga.  Upaya mereka melestarikan budaya membuat kain Sarung Samarinda mendapat penghargaan dari Dewan Kerajinan Nasional (Dikranas).

Penghargaan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama (MoU) pencanangan Kampung Perajin di Samarinda, Rabu antara Hj Okke Hatta Rajasa sebagai Ketua Harian Dekranas dengan Hj Puji Setyowati, Ketua Dekranas Samarinda.

Dengan penetapan Samarinda Seberang sebagai Kampung Perajin, kata Oke dalam sambutannya, maka daerah itu masuk dalam tujuan wisata nasional. "Pelancong akan berwisata dengan melihat langsung proses pembuatan tenun Sarung Samarinda, sambil membeli sarungnya sebagai buah tangan dan juga sekalian berwisata di sungai Mahakam," ujar isteri Menteri Perekonomian itu.

Harapan lain, setelah menjadi tujuan wisata nasional maka Kampung Perajin di Samarinda itu akan kian terkenal di mancanegara. Okke optimistis hal itu bisa terealisasi pasalnya kain Sarung Samarinda mempunyai khas sendiri, dan selalu dibawa jemaah haji. Di sinilah sarung Samarinda semakin dikenal di mancananegara.

Sebenarnya, sejak dahulu Sarung Samarinda sudah diekspor ke beberapa negara, khususnya Brunei Darussalam, Malaysia dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Namun, kegiatan perdagangan ke luar negeri itu tidak bisa berkembang akibat keterbatasan volume barang.

Para perajin kain Sarung Samarinda itu dalam beberapa periode bahkan sempat jatuh-bangun, termasuk terpuruk saat krisis moneter 1998 melanda Indonesia, pasalnya sebagian bahan untuk pembuatan kain, seperti benang sutra harus diimpor.

Kain Sarung Samarinda juga sempat kian terancam, yakni harus bersaing ketat dengan produsen yang menggunakan mesin modern. Contohnya, di Gresik terdapat industri kain modern yang bisa menghasilkan produksi mirip kain Sarung Samarinda yang kualitas dan kuantitas mampu menembus pasar internasional.

Dukungan Dekranas itu mendapat sambutan positif dari berbagai pihak di Samarinda, termasuk Wali Kota, Shaharie Jaang karena untuk menumbuhkan industri rumah tangga atau kerajinan pembuatan kain tradisional itu butuh dukungan semua pihak agar perajin bisa berinovasi, berkreasi serta memiliki modal yang memadai agar mampu menghadapi persaingan usaha.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement