Senin 30 Sep 2019 10:08 WIB

Batik Marunda Buat Desainer Penasaran

Karya desainer diharap bantu populerkan batik Marunda.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari
Yayasan MEEK Nusantara dan Plaza Indonesia berkolaborasi memamerkan karya batik Marunda dalam pertunjukan fesyen bertema Menyentuh Hati Mengubah Hidup di Lamoda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).
Foto: Republika/Umi Nur Fadhilah
Yayasan MEEK Nusantara dan Plaza Indonesia berkolaborasi memamerkan karya batik Marunda dalam pertunjukan fesyen bertema Menyentuh Hati Mengubah Hidup di Lamoda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (27/9).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Yayasan MEEK Nusantara dan Plaza Indonesia mengajak sejumlah desainer berkarya dengan batik buatan warga Rusunawa Marunda, Jakarta Utara. Karya-karya desainer dari sejumlah jenama dipamerkan dalam pertunjukan mode bertema Menyentuh Hati Mengubah Hidup di Lamoda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat.

Perwakilan dari (X)S.M.L, Jun Mardian mengatakan belum pernah mendengar karya batik Marunda sebelumnya. Pun saat mendapat tawaran menggarap batik Marunda, Jun sempat merasa panik.

Baca Juga

“Terus terang belum pernah pegang batik sama sekali. Tapi, akhirnya, kita coba dulu,” kata Jun dalam konferensi pers Menyentuh Hati Mengubah Hidup di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Selama ini, Jun mengatakan (X)S.M.L hanya menggunakan warna monokrom, seperti hitam dan putih. Berkarya dengan batik Marunda, membuat para designer (X)S.M.L memiliki tantangan ihwal bagaimana memadukan ciri khas dengan warisan Indonesia. Jun mengatakan desainer memikirkan ihwal bagaimana agar batik Marunda tidak terlalu monoton.

Perwakilan dari (X)S.M.L, Dewi Lim juga mengaku baru mengetahui batik Marunda. Karena memiliki motif modern, para desainer (X)S.M.L memutuskan membuat model yang kekinian untuk anak muda.

Jenama Culture Edge, Linda Arisetiyawati malah sudah lama familiar dengan batik Marunda. Namun, kolaborasi tersebut menjadi kali pertama Culture Edge berkarya dengan batik Marunda.

“Di butik kami, kita pilih beberapa batik yang lucu juga, semua dasar hitam, tapi pilih warga gambar yang cerah,” kata Linda.

Dia mengubah batik Marunda untuk tampilan anak muda. Menurut dia, hasilnya, karya batik Marunda pas digunakan untuk tampilan anak muda.

Perwakilan jenama Salaga, Deddy Iriawan menyebut karya batik Marunda seperti lukisan. Karena itu, ada tantangan tersendiri mengubah batik-batik tersebut dalam karya baju.

“Tantangannya dengan motif besar, bagaimana bisa aplikasi untuk tampilan anak muda, tanpa menghilangkan identitasnya (batik Marunda),” ujar Deddy.

Perwakilan jenama Aline by Mille, Mille juga memiliki tantangan sama dalam mengolah batik Marunda, selain warna-warnanya yang cenderung monokrom. Namun, dia berharap kolaborasi tersebut bisa membuat batik Marunda lebih dikenal masyarakat luas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement