Kamis 19 Oct 2017 08:59 WIB

Warga Rusia Terpukau Gamelan dan Tarian Indonesia

Ilustrasi.
Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebagian warga Rusia terpukau oleh tabuhan gamelan dan tarian Indonesia yang membuat riuh atau gempita ruangan akustik yang artistik, bersejarah dan bergengsi dalam konser Indonesia yang diadakan KBRI Moskow bekerja sama dengan Moscow State Tchaikovsky Conservatory.

Konser bertema "Charming Sounds of Indonesia", Selasa (17/10) itu dihadiri lebih dari 200 penonton. Sebagian besar warga Rusia. Para penampil, yang berada dalam Tim Kesenian KBRI Moskow, tidak hanya warga Indonesia, tetapi juga warga Rusia.

Sekretaris Pertama Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana melaporkan, Kamis, kolaborasi tarian dan gamelan membawa pengunjung larut dalam tamasya keliling Indonesia dan menikmati keanekaragaman budaya nusantara. Penonton tidak beranjak dari tempat duduk sejak awal hingga akhir konser. Riuh tepuk tangan menggema pada setiap perggantian nomor yang ditampilkan.

Gamelan menampilkan Ladrang Gati Bayangkara, Udan Mas dengan kulminasi Aja Dipleroki (ojo dipleroki). Sementara tarian dipertunjukan antara lain Pareanom dari Surakarta, Tari Berburu dari Kalimantan Timur.

Selain itu juga ditampilkan tari Merak dan Daun Pulus Keser Bojong dari Jawa Barat, Tari Malino dari Sulawesi Selatan dan Pendet Bali serta tari Dua Belas dari Sumatera Utara dan Lancaran Topeng Jawa.

Wakil Kepala Perwakilan RI Moskow, Lasro Simbolon menyampaikan konser hanya memperlihatkan sebagian kecil dari budaya bangsa Indonesia sebagai presentasi persahabatan RI-Rusia. Seperti Rusia, Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya, tarian dan musik tradisional yang sarat dengan nilai-nilai falsafah hidup, ujarnya.

Sementara itu Kepala Departemen Hubungan Internasional Moscow State Tchaikovsky Conservatory, Margarita Karatyagina, menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ketertarikan masyarakat Rusia terhadap budaya Indonesia sangat besar dengan banyaknya pengunjung yang hadir, ujarnya menambahkan. Ia sangat mengagumi Indonesia dan budaya, serta ketulusan. "Saya berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut," kata Margarita.

Dalam konser budaya Indonesia sebagian penari dan pemain gamelan berkewarganegaraan Rusia yang tergabung dalam Tim Kesenian KBRI Moskow, Mereka belajar di bawah asuhan koreografer Elisabeth Nur Nilasari dan guru gamelan Tri Koyo.

 Beberapa pemain gamelan dan penari warga Rusia ada yang pernah mempelajari tarian dan gamelan di Indonesia melalui program Darmasiswa dan Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI), tetapi sebagian besar baru bergabung dengan Tim Kesenian KBRI Moskow beberapa bulan.

Yulia Ryzhaya, belajar gamelan dan mulai berlatih di KBRI Moskow sejak April lalu. Di sela-sela kesibukannya bekerja, Yulia datang ke KBRI tiga kali seminggu untuk latihan. Dia berharap suatu saat dapat memperoleh kesempatan belajar gamelan langsung di Indonesia. Sementara itu, Ekaterina Makanina piawai membawakan tari Jaipong karena belajar Jaipong di Bandung saat mengikuti program Darmasiswa tahun 2014.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement