Rabu 15 Dec 2010 01:48 WIB

Ketika Sampah Permen Karet Disulap Jadi Karya Seni

Seniman lukis London, Ben Wilson, tengah melukis di atas permen karet yang diludahkan di jalanan.
Foto: Rahid Khan/Flickr
Seniman lukis London, Ben Wilson, tengah melukis di atas permen karet yang diludahkan di jalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Bagi setiap orang, keberadaan permen karet yang diludahkan di jalanan kota sangatlah mengganggu. Saat cuaca panas, permen karet menjadi jebakan lengket sepatu anda.

Bila cuaca dingin, terutama saat musim hujan ia bisa licin. Fakta menjengkelkan lain, permen karet itu bisa meminta ongkos besar bila pemerintah kota berniat menyingkirkan.

Pada 2008 di Norfolk, Virginia, pemerintah harus membayar mesin seharga 8.000 dolar untuk menghilangkan permen karet dari jalan-jalan. Sedangkan di Tempe, Arizona, perlu membentuk 'tim bersih-bersih' selama sehari penuh pada Januari 2010 hanya untuk menangani permen karet dan kekacauan serupa di pusat kota.

Mungkin yang diperlukan di tempat-tempat macam itu,--yang juga banyak ditemukan di Indonesia--adalah artis seperti Ben Wilson. Ia mengubah permen karet yang telah diludahkan kawasan trotoar London menjadi lukisan miniatur.

Menggunakan cat akrilik dan kuas kecil, Wilson menggambar seni abstrak, figur, wajah dan kebiasaan kerja. Berkat idenya yang nyeleneh, sejumlah surat kabar Inggris dan BBC telah menuliskan kisah Wilson dalam ficer. Hingga kini Wilson telah melukis lebih dari 10 ribu lukisan di atas permen karet sebagai seni publik.

Mesk kisah ini tak bisa dijadikan dalih bagi anda untuk meludahkan permen karet di tempat-tempat umum, lukisan itu telah membuat cerah trotoar yang menjemukan. Wilson telah menunjukkan padakita bagaimana menciptakan seni dari apa pun, bahkan dari sampah orang lain. Benar-benar upaya pemakaian dan daur ulang untuk kebaikan publik. Anda bisa melihat foto karya-karya lain Ben Wilson di sini dan di sini

sumber : yahoo green
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement